Shalat Idul Fitri di Dobo, Ribuan Umat Muslim Membludak Padati Jalan Raya Pemda Aru

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Ribuan warga muslim di Kota Dobo melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 Hijriah di jalan raya utama Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Aru, Senin (31/3/2025). Jumlah jamaah yang melaksanakan Shalat di lokasi tersebut membludak, bahkan melebihi batas yang telah disiapkan.

Warga mulai memadati depan kantor bupati Kepulauan Aru sejak pukul 06.00 WIT untuk menempati shaf yang telah disediakan panitia. Shalat Idul Fitri dimulai pukul 07.20 WIT.

Bertindak sebagai Imam pada pelaksanaan shalat Idul Fitri 1446 Hijriah yakni Ketua MUI, Ustadz H. Idham Rumaf, S.Ag,.MH, sedangkan yang bertindak selaku khatib adalah Ustadz Indriadi Fatukaloba, S.Pdi.

Dalam khutbahnya, Ustadz Indriadi Fatukaloba, S.Pdi menyampaikan bahwa Pemilukada yang baru saja selesai mengingatkan kita bahwa demokrasi tidak sekedar melakukan rotasi atau pergantian kekuasaan, namun sebagai sarana untuk menciptakan masyarakat yang adil untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera.

Dikatakan, jangan pernah memanfaatkan demokrasi untuk kepentingan elit politik semata, jangan pernah memanfaatkan demokrasi untuk kepentingan partai dan kelompok tertentu.

“Kita baru saja ditinggal oleh bulan Ramadan, kita telah dididik selama 30 hari, kita dididik untuk mengendalikan pikiran kita, dididik untuk mengendalikan perasaan kita, dididik untuk mengendalikan segala perbuatan yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala inilah jihad yang paling besar dan utama,” ucap Fatukaloba.

Dirinya juga menyampaikan, kita baru saja melalui sebuah hajat besar yaitu Pemilukada, maka nilai Puasa yang harus kita wujudkan dalam perilaku kita adalah nilai puasa sosial kita harus berlatih menahan perasaan, berlatih menahan pikiran, berlatih menahan perilaku negatif kepada orang lain, menahan rasa benci kepada orang yang berbeda pilihan politik dengan kita, berlatih menahan untuk tidak memposting tulisan kita telah berlatih selama sebulan untuk menahan diri dari.

“Semua itu hadir, maka insya Allah 11 bulan kedepan semoga kita mampu menahan diri darinya,” ujar Fatukaloba.

Ditambahkan pula, janganlah kalian saling memutuskan hubungan, jangan saling memalingkan muka, jangan saling membenci, jangan saling hasut, tetapi jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara dan tidaklah halal bagi seorang muslim untuk mengabaikan dan tidak menyapa saudaranya.

Selain itu, Idul Fitri ini harus menjadi momen yang istimewa bagi umat Islam khususnya muslim Kepulauan Aru, sebab pasca Pemilukada kita telah terbelah menjadi dua kubu yang saling berhadapan.

Menurutnya, Idul Fitri ini datang hadirin seolah-olah menjadi fasilitator untuk mendamaikan kita yang saling benci, karena beda pilihan politik. Momen Idul Fitri ini datang hadirin untuk menghapus label dan sebutan nomor 1 dan nomor 2.

“Saling menghormati, saling menghargai, saling mengasihi berkirim pesan atau langsung meminta maaf dapat mencairkan suasana, biarkan momentum Ramadan yang telah berlalu membakar semua perbedaan kita, biarlah Ramadan yang telah berlalu membakar adanya dugaan kecurangan dan ketegangan yang terjadi sepanjang proses Pemilukada. Mari kita kembali menjadi satu, kembali memupuk Persaudaraan yang abadi di dunia hingga akhirat,” jelas Fatukaloba.

Pada khutbahnya, ia mengajak para elit politik saatnya kembali bergandeng tangan menunjukkan kesejukan, karena kepentingan daerah ini di atas kepentingan pribadi, di atas kepentingan partai, di atas kepentingan suku di atas kepentingan kelompok.

Disamping itu, Idul Fitri kembali mengingatkan kita terutama pemimpin tentang esensi keberadaan kita dan dirinya di dunia dan kehidupan yang kekal di akhirat umat ini akan bangga terhadap pemimpinnya.

“Jika ia menepati janji rakyat dan umat akan merasa senang jika amanah yang telah diberikan kepada pemimpinnya akan dibalas dengan balasan setimpal berupa kesejahteraan rakyat dan kemakmuran daerah ini. Ingatlah sehebat apapun kita akhirnya kita semua akan kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tuturnya.

Diakhir khutbah, Fatukaloba menambahkan, Pemilukada dan Ramadhan telah berlalu, namun semangat ukhuwah islamiyah yang telah kita bangun bersama selama Ramadhan jangan pernah luntur.

Mari kita satukan nilai dan niat yang tulus, mari kita hilangkan rasa benci kita hilangkan dendam kita hilangkan kesombongan dan bangga dengan apa yang telah kita miliki.

“Mari kita ganti semua itu dengan kasih sayang, kita ganti semua itu dengan persaudaraan, senyumlah yang manis saudaraku, ulurkan tangan untuk saling bermaaf-maafan, kita buka lembaran baru yang masih putih dan kita tutup halaman lama yang mungkin banyak terdapat kotoran dan noda Seraya mengucapkan Minal aidin walfah ini mohon maaf lahir dan batin,” pintahnya.

Pantauan media ini, pelaksanaan shalat Idul Fitri berjalan aman dan lancar serta aparat keamanan dari TNI-Polri, Satpol Pamong Praja, organisasi kepemudaan (OKP) di Aru serta semua pihak turut mengamankan pelaksanaan shalat Idul Fitri.