Wabup Aru Buka Konfercab WKRI Ke-VII

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Konferensi Cabang (Konfercab) Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) cabang ke-VII di kabupaten Kepulauan Aru resmi dilaksanakan, Sabtu (12/10/2024).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel New Grend Aru dibuka oleh Wakil Bupati Kepulauan Aru, Muin Sogalrey.

Dalam sambutannya, Wabup Aru menyampaikan berikan apresiasi kepada ketua DPC WKRI Paroki Santa Maria De Fatimah Dobo yang sudah menyelenggarakan konferensi cabang yang hasilnya menetapkan program kerja yang akan menjadi pedoman penyusunan rencana kegiatan di masing-masing tingkat kepengurusan yakni di DPD, DPC dan ranting.

Dikatakan, dalam program itu berdasarkan isu-isu aktual yang benar-benar membutuhkan sentuhan di semangat tema central “Peran Perempuan Mewujudkan Kesejahteraan Bersama Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

“Tema ini memberi pesan untuk menegaskan kontribusi perempuan katolik untuk menunjukan bahwa perempuan katolik memiliki peran yang sangat penting dan aktif dalam membangun bangsa, khususnya dalam mewujudkan kesejahteraan bersama dalam wujud memperkuat solidaritas, mempererat tali persaudaraan antar umat beragama khususnya antara umat katolik dan umat beragama lainnya di Indonesia, Maluku dan di Jargaria tercinta,” ucap Sogalrey.

Pada kesempatan tersebut, Sogalrey berpesan agar WKRI bersama pemerintah daerah meningkatkan kesetaraan gender, mendorong tercapainya kesejahteraan gender di semua aspek kehidupan sehingga perempuan dapat berpartisipasi secara penuh dan setara dalam pembangunan bangsa.

“WKRI hendaklah menjadi promotor perwujudan keadilan sosial membangun masyarakat yang adil dan berkeadilan, dimana semua warga negara tanpa terkecuali memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kehidupan yang layak,” ujarnya.

Dengan mendorong keterlibatan aktif, perempuan katolik lanjut Sogalrey tidak hanya sebagai objek pembangunan, tetapi juga sebagai objek yang aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial ekonomi dan politik.

“WKRI menjadi agen nilai-nilai kristiani yakni peran perempuan katolik dalam mewujudkan kesejahteraan bersama didasarkan pada nilai-nilai kristiani seperti kasih, keadilan dan solidaritas,” tuturnya.

Selain itu, forum ini hendaklah mengagendakan berbagai program dan kegiatan strategis untuk memberi kontribusi bagi bangsa, baik melalui kegiatan di lingkungan keluarga, masyarakat maupun negara, dengan mendorong terbangunnya kerjasama antar umat untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.

“Seperti pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan, advokasi kesehatan ibu dan anak, hamil di bawah umur dan diluar nikah, kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, pelestarian lingkungan, narkoba, HIV AIDS dan penyakit sosial masyarakat lainnya,” ungkap Sogalrey.

Disamping itu, tambah Sogalrey, forum ini hendaknya mendorong terciptanya pengembangan diri perempuan katolik yang perlu terus mengembangkan diri melalui pendidikan dan pelatihan, agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat serta membangun dialog antar umat yang konstruktif dengan umat beragama lainnya untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Pada kesempatan tersebut, dirinya juga mengajak WKRI agar secara masif mengadvokasi kebijakan publik. Hal ini memberi ruang bagi perempuan katolik dapat berperan sebagai advokat dalam memperjuangkan kebijakan-kebijakan publik yang berpihak pada kepentingan masyarakat terutama kelompok yang rentan.

Selanjutnya, tingkatkan kualitas organisasi (Kaderisasi, penataan/pengembangan wilayah kerja, tertib organisasi) melalui program peningkatan perempuan usaha kecil, program pendidikan dan peningkatan tumbuh kembang generasi bangsa.

” Mitrakan kerjasama dengan program unggulan daerah, program yang dilakukan secara rutin dan diakui oleh mitra kerja di wilayah setempat seperti pemerintah, keuskupan atau paroki dan lain-lain,” pintah Sogalrey sembari mengajak.