Dobo, Berita jar.com: Buntut tunggakan pembayaran beasiswa 109 mahasiswa Universitas Koperasi Indonesia (Ikopin) di Jawa Barat, puluhan mahasiswa Ikopin seruduk kantor Bupati Kepulauan Aru, Senin (8/7/2024). Mereka menuntut realisasi pembayaran tunggakan Beasiswa.
Pantauan media ini, aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa Aru IKOPIN University itu didampingi para orang tua dari mahasiswa dan dipimpin langsung Ketua Pelaksana Aksi David Gilbert Deraukin.
Terlihat puluhan masa aksi tiba di kantor bupati sekira pukul 10.50 WIT dengan membawa sejumlah pamflet yang bertuliskan Kami berhak mendapat hak kami, bukan ?, Janjimu Penuh Dusta, Seng perlu kata-kata yang penting bukti nyata, Bayar utang # Save Mahasiswa Ikopin dan Kami bukan boneka jangan main-main dengan janji-janji palsu.
Selanjutnya, Kok bisa orang tidur nyenyak padahal utangnya banyak, Mahasiswa semakin bertambah tapi tanggung jawabmu semakin berkurang, Minum kopi bikin tenang, bayar hutang biar tenang, Jangan membuat semangat kami hancur dengan sebuah janjian dan Tuntaskan pembayaran di IKOPIN.
Kemudian, Rasanya lebih berarti bagi kalian untuk melupakan hutang daripada harus membayar, Apalah arti jabatan tanpa rakyat, Pemimpin itu pemberi harapan bukan pencabut harapan, Katong Pung pendidikan bukan kamong pung permainan dan Banyak janji tapi hasilnya belum terlihat.
Selain itu, Kami tidak ingin di pulangkan, Banyak janji tetapi hasilnya belum terlihat, Tolong Selamatkan wahai Penguasa Daerah dan Dilema karena tak ada kepastian serta Total utang 6 M.
Didepan kantor Bupati, para pendemo (mahasiswa) membacakan tiga tuntutan mereka terkait utang Pemkab Aru di kampus Ikopin University.
Pertama, Kami Mahasiswa/i penerima beasiswa Aru IKOPIN University meminta kepada pihak yang bertanggung jawab (Pemda) atas beasiswa ini untuk segera melakukan Pelunasan pembayaran biaya Administrasi Perkuliahan kampus IKOPIN University.
Kedua, Kami Mahasiswa/i penerima beasiswa ARU IKOPIN University menegaskan batas jangka waktu pembayaran pelunasan beasiswa ARU Ikopin University selama 1 minggu lamanya dan ketika tidak ada pembayaran maka kami akan menindaklanjuti kepada pihak yang berwajib.
Ketiga, Kami Mahasiswa/i penerima beasiswa Aru IKOPIN University, ingin pihak Pemda melakukan pengeluaran SK bagi setiap mahasiswa penempu beasiswa IKOPIN University.
“Besar harapan kami sekiranya Pemda Aru dapat memberikan pelunasan pembayaran ke kampus Ikopin University,” tegas Korlap sembari berharap.
Sementara terkait dengan permohonan mahasiswa Ikopin university, Kepala BPKAD Kepulauan Aru, Imanuel Siarukin saat menerima mahasiswa tersebut menyampaikan permohonan maaf dan mengatakan bahwa bukan pemerintah tidak bayar, tetapi perlu disampaikan bahwa anggarannya ada. Namun ada mekanisme ketika pembayaran beasiswa tersebut, ketika perubahan regulasi maka pembayaran dikembalikan ke instansi terkait (dinas koperasi) dan bukan lagi di BPKAD.
Sehingga, sebelumnya beasiswa-beasiswa itu dibayarkan melalui BPKAD dan itu berjalan lancar, namun karena mekanisme dengan adanya regulasi baru itu yang menjadi kendala.
“Dana tersebut kita titipkan di Dispora, namun kadis tidak mau membayar dan itu alasannya kita tidak tahu. Dan bila dipaksakan siapa yang akan bertanggungjawab terhadap pembayaran tersebut, dana itu ada,” ujar Siraukin.
Menurutnya, untuk dana Rp. 1 Miliar itu harus sesuai dengan kode rekening belanja untuk proses keluarnya dan sudah di koordinasi dengan pihak kampus Ikopin.
“Prinsipnya kami tidak mau membayar jika tidak ada regulasi yang mengaturnya. Kami sudah koordinasikan dengan universitas, kalau bisa mahasiswa di perkenankan untuk ikuti UAS dulu sementara yang kita lakukan untuk pergeseran anggaran sebelum perubahan agar anggaran di geserkan dari Dispora ke sekretariat dan itu sudah koordinasi dengan Kemendagri,” ucap Siarukin.
Atas tanggapan kepala BPKAD tersebut, puluhan mahasiswa tetap bertahan di depan kantor bupati dan mereka menunggu kehadiran bupati Johan Gonga dengan aksi membakar ban bekas sehingga asap mengepul ke udara dan sekitar depan kantor Bupati.
Mereka siap bertahan hingga bupati tiba, guna mendapatkan penjelasan pasti terkait nasib mereka kedepan. Karena sebagian dari mahasiswa ini sudah masuk tahap penyusunan skripsi dan KKN, namun tidak bisa lanjut.
Begitu pula dengan adik-adik mahasiswa yang berada pada semester 6 ke bawah tidak bisa lanjut kuliah akibat tunggakan beasiswa sejak 2020 tidak dibayarkan oleh Pemkab Kepulauan Aru.
Mereka juga mengaku bahwa bupati sudah ketemu dengan pihak rektorat, dan bupati janji akan lunasi tunggakan tersebut tanggal 31 Mei 2024 kemarin, namun sampai saat ini tidak pernah terealisasi, sehingga menyebabkan mereka harus kembali ke Aru.
“Kami sangat malu, jika sementara belajar di telp oleh pihak rektorat untuk pertanyakan tunggakan tersebut. Bahkan kami biking muka tabal sa asal bisa tarima mata kuliah,” ungkap beberapa mahasiswa kepada wartawan di sela-sela aksi.
“Jujur, katong paling malu dan biking muka tabal sa, asal Katong bisa kuliah, kadang pung Katong manangis, cuma berdoa dan dukungan orang tua sa yang biking katong tetap semangat,” sambung mereka dengan mata berkaca-kaca.
Disamping itu, mereka juga mengaku bahwa bupati sudah ketemu dengan pihak rektorat, dan bupati janji akan lunasi tunggakan tersebut tanggal 31 Mei 2024 kemarin, namun sampai saat ini tidak pernah terealisasi.
Pukul 14.50 WIT aksi unjuk rasa selesai. Selama kegiatan berlangsung dikawal ketat oleh anggota Polres Kepulauan Aru dan Satpol-PP Kepulauan Aru sehingga aksi dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Untuk diketahui, mahasiswa Ikopin University dan para orang tua wali dari mahasiswa yang hadir dalam aksi ini, menuntut pembayaran atas biaya kuliah yang dijanjikan kepada Mahasiswa sebagai Penerima Beasiswa Pemkab Kepulauan Aru yang sampai saat ini belum terlunasi.








