Tiakur, BeritaJar.com: Kurangnya pelatihan formal yang diperoleh kelembagaan Desa di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), dikhawatirkan akan menghambat peningkatan kapasitas lembaga di Desa dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala bidang PMD Kabupaten MBD, Suzy D. Imuly, SE saat di wawancara, Jumat (28/6/2024).
Dijelaskan, kelembagaan desa di MBD terdiri dari Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dan Lembaga Adat Desa (LAD). Selain itu, LKD sendiri terbagi lagi menjadi beberapa kelompok, seperti Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Posyandu, RT (saniri mata rumah), dan Karang Taruna.
“Masing-masing kelembagaan desa ini memiliki peran dan fungsinya sendiri yang penting dalam pembangunan desa,” jelas Imuly.
Disamping itu, menurutnya, kelembagaan desa memiliki peran penting dalam membantu kepala desa guna mencapai tujuan pembangunan desa.
“Walaupun terbatas atau minimnya pelatihan tidak menghambat mereka dalam meningkatkan kapasitas dan kinerjanya dalam menjalankan pelayanan publik kepada masyarakat,” katanya.
Olehnya, sambung Imuly, Kelembagaan Desa harus perlu mendapat bimtek dan pelatihan, karena merupakan mitra bagi Kepala Desa atau pemerintahan desa.
“Jadi kelembagaan desa ini mereka membantu kepala desa dalam melaksanakan tugas seperti OPD di Kabupaten. Kalau di desa, Lembaga ini (LKM dan LAD) sudah ada sumber daya manusia maka sudah tentu desa itu akan maju,” jelas Imuly.
Meskipun banyak desa yang belum mengikuti kegiatan Bimtek tersebut, Imuly tetap meyakini bahwa kedepannya desa yang belum mengikuti dapat mengikuti.
Ditambahkan pula, dalam pelatihan tersebut para peserta diberikan materi yang lebih terstruktur dan komprehensif, sehingga dapat meningkatkan kapasitas kelembagaan desa dalam menjalankan tugasnya.
Dirinya juga berharap di APBD tahun 2025 ada penambah anggaran untuk kegiatan Bimtek seperti ini agar dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat.
“Saat ini hanya 150 peserta dari 5 Kecamatan yakni Kecamatan kisar Selatan, Kisar Utara, Leti, Moa dan Lakor yang mengikuti kegiatan tersebut, sehingga di tahun mendatang kalau ada penambahan anggaran sudah pasti kita dapat menambahkan jumlah peserta bimtek,” ungkap Imuly. (JQ)







