Dobo, BeritaJar.com: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru memulangkan korban terdampar asal desa Wowonda Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).
Pemulangan ketiga korban selamat dan satu jenazah menggunakan pesawat Wings Air, Senin (01/04/2024) di bandara Rar Gwamar Dobo.
Kepala BPBD Kepulauan Aru, Berthy Imuly mengatakan bahwa pemulangan ketiga korban selamat atas nama Yahanes Salway (26), Alowsya Matruty (14), Kristina Sakliresi (16) dan jenazah almarhum Nobertha Sakliresi (14) menggunakan pesawat Wings Air.
“Awalnya Pemda Aru sudah bersedia memulangkan korban selamat dan jenazah menggunakan KMP. Wicitra Dharma hari ini, namun pihak Pemkab KKT menginginkan mereka (korban) dipulangkan dengan pesawat,” ungkapnya.
Menurut Imuly, sebelumnya hari Sabtu kemarin, hasil koordinasi dengan pihak BPBD KKT, pihak Pemkab Aru melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kepulauan Aru sudah siap untuk membantu memulangkan ketiga korban selamat dan jenazah menggunakan KMP Wicitra Dharma hari ini.
Namun, keinginan pihak Pemkab KKT agar mereka di pulangkan dengan pesawat.
“Jadi kami (Pemkab Aru) ikuti saja,” jelasnya.
Imuly menambahkan, proses pemulangan tiga korban selamat dan satu jenazah tadi pagi sekitar pukul 09.30 WIT. menuju Ambon dan selanjutnya ke Saumlaki.
“Tadi pagi mereka sudah diberangkatkan ke Ambon, dan kemungkinan akan dilanjutkan ke kota Saumlaki besok pagi sesuai jadwal penerbangan di sana,” ujar Imuly.
Sebagaimana diketahui, tujuh warga desa Wowonda, Kecamatan Tanimbar Selatan dilaporkan hilang kontak di perairan Pulau Dua, Kecamatan Wertamrian, KKT pada 14 Maret 2024 lalu.
Ketujuh penumpang yang terdiri dari 3 orang dewasa dan 4 anak-anak hilang kontak saat menaiki perahu ketinting (Longboat).
Satu warga dikabarkan meninggal dunia, namun masih berada di atas longboat, sementara tiga warga lainnya yang juga meninggal dunia, jasadnya telah dibuang ke laut.
Perahu ketinting yang dilaporkan hilang kontak tersebut akhirnya diselamatkan oleh sebuah kapal penangkap ikan KM Lautan Berlian 3 yang sementara melintas di kawasan Tanjung Lelar, Kabupaten Kepulauan Aru.
Peristiwa menyedihkan itu dialami oleh ke 7 warga KKT tersebut karena saat usai piknik dan hendak kembali ke Saumlaki, ternyata nasib berkata lain karena diterpa angin kencang dan cuaca buruk.
Adapun daftar penumpang yang dilaporkan hilang tersebut yaitu, Yohanes Salwey (26), Yufita Takndare (22), Alowisya Matruty (14), Norberta Sakliresi (14), Defota Salken (14), Kristina Sakliresi (14) dan Jeremias Takndare (40).






