Dobo, BeritaJar.com: Akses jalan yang menghubungkan desa Wangel menuju dusun Marbali Kecamatan Pulau-Pulau Aru semakin parah, akibat angin kencang disertai gelombang besar yang melanda wilayah Kepulauan Aru sejak awal Maret 2024.
Pantauan media ini, Jumat (15/03), abrasi pantai yang terjadi di pesisir pantai desa Wangel kali ini sangat luar biasa dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Pasalnya, ruas jalan utama menuju Desa Wangel sepanjang -+ 200 meter terputus dihantam gelombang besar. Akibatnya, aktivitas masyarakat terhambat.
Nampak, para pengguna kendaraan roda empat maupun roda dua yang hendak melewati jalan tersebut terpaksa harus memutar jalur alternatif yang jaraknya lumayan jauh.
Saat ini, jalan tersebut hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki. Itupun, pejalan kaki harus terpaksa menunggu pasang surut atau mengambil alternatif lain melewati sisa-sisa kepingan badan jalan yang telah hancur berantakan.
Salah satu warga yang hendak menuju ke desa Wangel saat ditemui media ini mengaku, sangat terhambat dengan kondisi jalan tersebut kerena terputusnya jalan itu, aktivitas masyarakat terganggu.
“Kami merasa terhambat sekali dengan kondisi jalan yang terputus ini. Jalan ini adalah jalan utama, tetapi kalau sudah putus begini, aktivitas kami masyarakat kecil sangat terganggu,”ucap Hengki.
Selain itu, sejumlah pesisir di seluruh pemukiman penduduk di Kecamatan Pulau-Pulau Aru juga mengalami kondisi yang memprihatinkan. Pasalnya, hampir semua pemukiman warga tergenang banjir rob.
Seperti terlihat di pemukiman padat penduduk kelurahan Siwalima dan Kelurahan Galay Dubu. Kemudian desa Wangel, Durjela, dusun Lamerang, Samang dan sejumlah titik lainnya tergenang banjir rob akibat cuaca ekstrim, yang air pasang disertai angin kencang.






