Dobo, BeritaJar.com: Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sogalrey menghadiri peletakan batu alasan pembangunan gereja baru Jemaat GPM Lau-Lau Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Minggu (8/10/2023).
Dalam sambutannya, Sogalrey katakan bahwa peletakan batu pertama atau yang sering disebut juga “batu pengalasan” adalah sebuah peristiwa penting dalam sejarah perkembangan Gereja-Gereja dalam lingkungan Sinode Gereja Protestan Maluku.
“Karena apa yang kita saksikan ini, kembali membuktikan bahwa kasih dan penyertaan Tuhan terhadap jemaat-Nya tidak pernah bergeser, dan tidak berkurang sedikitpun,” ucapnya.
Sogalrey menyampaikan, Dialah yang memilih, Dia pula yang akan memberi kekuatan untuk menjalaninya, sebagaimana tertulis dalam Yohanes, ayat 15-16 yakni Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu, dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap.
“Dalam sukacita tersebut, selaku umat ciptaanNya, patutlah kita menaikkan Pujian dan Syukur kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai kepala gereja, yang karena kasih dan penyertaan-Nya, kita diberikan kesempatan untuk dapat menghadiri dan menyaksikan acara Peletakan Batu Penjuru Gedung Gereja baru Jemaat Lau Lau yang dilaksanakan pada hari ini,” ujarnya.
Sogalrey katakan, kerinduan warga Jemaat Lau Lau untuk membangun sebuah gedung gereja baru yang lebih representatif sebagai rumah ibadah, tempat persekutuan antara Sang Khalik dengan umat ciptaan-Nya, menjadi sesuatu yang penting dan perlu mendapatkan respons positif dari Pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.
Selain itu, keputusan untuk membangun sebuah Gedung Gereja baru memberikan indikasi positif bahwa dinamika kehidupan jemaat Lau Lau ini, kian tumbuh dan berkembang.
“Selain adanya kesadaran untuk menyiapkan sebuah tempat ibadah yang lebih baik bagi kebutuhan kerohanian warga jemaat, juga membuktikan bahwa spiritualitas untuk membangun ke arah modernisasi telah menjadi impian bersama warga jemaat,” jelas Sogalrey.
Hal tersebut sambungnya, memberi sinyal kuat bahwa pergerakan ekonomi semakin menggeliat di daerah ini.
“Jemaat telah bertumbuh dan berkembang ke arah yang benar, baik secara jasmani maupun rohani, dan ini merupakan bagian dari keberhasilan pelayanan para Hamba Tuhan yang melayani selama kurun waktu tersebut,” papar Sogalrey.
Disamping itu, dalam proses pembangunan gedung gereja baru ini dipastikan membutuhkan dukungan dan partisipasi dari berbagai kalangan, untuk itu Sogalrey menghimbau agar semua pihak yang terpanggil untuk membantu Jemaat Lau Lau melalui dukungan dan partisipasinya.
Lebih daripada itu, dirinya mengingatkan kepada Hamba Tuhan dan Warga Jemaat Lau Lau bahwa pembangunan ini membutuhkan banyak waktu, tenaga dan dana.
“Ajakan saya kepada segenap pelayan Tuhan dan seluruh jemaat Lau-lau untuk saling membantu dalam doa, dana dan semangat. Saudara-saudara harus bekerja keras untuk mewujudkan keinginan memiliki gedung gereja yang baru,” pintah Sogalrey.
Untuk itulah, dibutuhkan pergumulan dan komitmen serius dari seluruh jemaat, dan yakinlah dengan sungguh bahwa selaku umat yang bersandar pada Firman dan kebenaran-Nya, akan diberikan jalan keluar untuk penyelesaian pembangunan tersebut.
“Marilah kita bergandengan tangan memberikan yang terbaik untuk membangun rumah Tuhan sebagai tempat persekutuan bersama,” tutup Sogalrey.






