Kemdikbudristek Minta Gerakan Seniman Masuk Sekolah di Aru Ditingkatkan

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME) dan Masyarakat Adat Ditjen Kebudayaan Kemdikbudristek, Sjamsul Hadi meminta Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) di Aru terus ditingkatkan.

Hal ini dikatakannya saat memberikan sambutan pada pembukaan pementasan/pertunjukan bersama untuk Presentasi Hasil Pembelajaran Gerakan Seniman Masuk Sekolah tahun 2023, Rabu (27/9) di lapangan Yos Sudarso Dobo.

Hadi menjelaskan, GSMS adalah program yang dijalankan Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dalam bentuk program seniman memberikan pembelajaran kesenian pada kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah.

“Saya sampaikan pada tim pengelola di SMS yang sudah selalu aktif dan membimbing adik-adik dan juga para seniman, pengawas sekolah, kepala sekolah dan adik-adik sekalian yang malam hari ini bersuka ria akan memintakan hasil karya belajar bersama,” ucapnya.

Disamping itu, dalam rangka pemanfaatan dan juga peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui Dunia Pendidikan, kita bersama-sama bergandengan tangan melatih adik-adik melalui Seniman yang ada di wilayah Kepulauan Aru ini.

Sehingga Gerakan Seniman Masuk Sekolah ini, tambah Hadi, dapat berjalan dengan baik di Kepulauan Aru khususnya daerah 3T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan).

“Untuk itu, saya ucapkan banyak terima kasih kepada bapak Ibu sekalian yang sudah melatih adik-adik kita sampai dengan saat ini, saya akan membawa hal ini sampai ke pusat agar adik-adik sekalian dapat diperhatikan dan diperjuangkan masa depan mereka,” pungkasnya.

Dirinya menambahkan melalui program GSMS, diharapkan peserta didik dapat menyerap secara langsung ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dimiliki seniman.

Selain itu, Program GSMS bertujuan menanamkan kecintaan dan wawasan yang lebih luas tentang karya seni budaya, menumbuhkan minat dan bakat peserta didik di bidang seni budaya, membentuk karakter, serta membangun sikap kreatif, apresiatif, dan inovatif peserta didik.

“Siswa juga diharapkan dapat ikut melestarikan, melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan nilai budaya dan objek pemajuan kebudayaan melalui seniman yang mengajar di sekolah,” pungkas Hadi.

Sementara paparan dari Dedi Meturan menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan selama 2 bulan, dan dalam 2 bulan tersebut, ada 19 kali pertemuan yang dilakukan oleh seniman untuk proses pembelajaran dan proses pementasan yang dilakukan pada malam hari ini.

“Kegiatan pementasan di saat ini melibatkan semua sekolah yang difasilitasi oleh dinas pendidikan dan kebudayaan Kepulauan Aru,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Pementasan Pertunjukan bersama untuk Presentasi Hasil Pembelajaran Gerakan Seniman Masuk Sekolah Tahun 2023 mengusung Tema Kebudayaan untuk Merawat Bumi ( Pohon Sagu Terakhir).

Turut hadir, Bupati Kepulauan Aru dr. Johan Gonga dan Wakil Bupati Muin Sogalrey bersama Forkompinda Aru, pimpinan OPD, tokoh Adat, pemuda, masyarakat dan kepala sekolah se kabupaten Kepulauan Aru.