Dobo, BeritaJar.com: Sejumlah pedagang sayuran yang tergabung dalam komunitas Kelompok Koperasi Pemasaran Usaha Mamajar secara spontanitas mendatangi kantor DPRD Kepulauan Aru, Senin (5/9/2022).
Kehadiran mama-mama Jar (Pedagang pasar Jargaria) di kantor DPRD meminta agar pemerintah daerah dan DPRD segera menertibkan pedagang liar yang ada di sepanjang jalan trotoar kota Dobo.
Menurut mereka, dengan maraknya aktivitas dagang yang dilakukan di pinggiran jalan sehingga, berdampak pada nilai keindahan kota ini, sebab menghasilkan tumpukan sampah yang berserakan dimana-mana dan juga terhadap aktivitas pedagang lokal di pasar jadi sepi.
Selain itu, mama-mama ini juga mempertanyakan pemberian izin terhadap pedagang yang saat ini memenuhi pinggiran jalan seputaran Koramil bahkan dengan adanya transaksi jual-beli yang di lakukan oleh para penjual di bahu jalan pasar Timur, sehingga jalur lalu lintas terhambat, dan sangat mengganggu aktifitas kendaraan roda dua, empat maupun pejalan kaki.
Adapun tuntutan mama-mama tersebut yakni, pertama, segera mempertanyakan pemberian izin terhadap para pedagang sayur, rica, tomat, dan lain-lain. Yang saat ini memenuhi pinggiran jalan seputaran kota Dobo.
Kedua, segera menertibkan para pedagang sayur, rica, tomat, dll. Supaya diarahkan ke pasar sebab lapak-lapak yang dibangun hanya membuat kota ini terlihat kumuh dan kotor.
Ketiga, segera menertibkan para pedagang sayur, rica, tomat, dll. Yang sementara berjualan di depan jalan Koramil, sekaligus pasar buah-buahan ditempatkan di pasar Pemda yang masih kosong.
Keempat, meminta kepada Bupati Kepulauan Aru agar segera menepati janji Pilkada 2019 untuk membangun pasar timur bagi pedagang lokal di pasar timur.
Kelima, segera menertibkan aktivitas perdagangan yang makin liar tanpa pengawasan Pemda Kabupaten Kepulauan Aru.
Korlap Johan Djamanmona dalam orasinya di kantor DPRD menyampaikan bahwa selama ini para pedagang yang berada di pasar Timur maupun pasar Jargaria tiap saat harus berperang mulut dengan para petugas Satpol-PP Kepulauan Aru.
“Karena dianggap bahwa pasar Timur merupakan pasar ilegal tetapi yang menjadi pertanyaan kami kenapa sampai pasar tersebut dan juga para pedagang di pasar tersebut ditarik retribusi dari Pemda,” teriaknya.
Selain itu, kata Johan, menjadi pertanyaan bagi kami kenapa selama ini pedagang yang melakukan penjualan di bahu jalan atau trotoar tidak pernah dititipkan dan tidak pernah membayar retribusi kepada Pemda Kabupaten Kepulauan Aru tetapi hal tersebut dibiarkan oleh yang berwenang.
Pertanyaan kami pula, kapan pasar Timur akan dibangun karena selama ini para penjual yang berada di pasar Timur telah dijanjikan untuk dibangunkan sebuah pasar yang layak bagi mereka tetapi realita yang terjadi sampai saat ini belum dibangun pasar yang layak bagi para penjual di pasar Timur. Jangan sampai sambung Johan, hal tersebut hanya menjadi janji politik belaka.
“Untuk itu, kami meminta komisi 2 DPRD Aru untuk bertanggung jawab untuk hal tersebut. Untuk itu sekali lagi kami tekankan dan kami pertanyakan kapan pasar Timur dibangun, kami meminta sebuah kejelasan terkait dengan pembangunan pasar Timur,” pintahnya.
Menanggapi tuntutan masa aksi tersebut, Udin Belsigawai mengatakan bahwa
selaku Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, dirinya mengucapkan banyak terima kasih kepada mama-mama pasar karena mau datang dalam keadaan tertib dalam menyampaikan aspirasi.
“Dan dalam kesempatan ini saya memberikan sebuah kesepakatan bahwa besok Selasa 6 September 2022, kita akan duduk bersama dalam rapat dengar pendapat dan kita akan membahas hal tersebut yaitu penertiban pedagang pasar Timur dan pasar Jargaria,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Komisi 2 Husein Tuborfon mengatakan, sebagai Ketua Komisi dirinya memastikan pembangunan pasar Timur harus ditetapkan dalam RAPBD Kabupaten Kepulauan Aru tahun anggaran 2023. Untuk itu dalam pembuatan Ranperda tahun 2023 harus tetap diakomodir.
“saya baru dilantik sebagai ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, dan saya pastikan, kami akan memberikan jaminan bahwa dokumen RAPBD Kabupaten Kepulauan Aru tahun 2023, akan berjalan sebelum dibangun pasar Timur,” pungkasnya.
Dia juga katakan, pihaknya sangat mendukung apa yang menjadi tuntutan dan aspirasi daripada Mama Mama jar, kenapa? Karena sebenarnya para penjual di pasar Timur maupun di pasar Jargaria sangat membantu Pemda Kabupaten Kepulauan Aru hal ini pendapatan daerah, sebab itu pemerintah daerah harus mendukung hal dimaksud.
“Untuk itu kami sangat mengharapkan kehadiran bapak ibu untuk mengikuti rapat dengan pendapat pada esok hari,” pesan Husein kepada mama-mama Jar.
Untuk diketahui, dalam aksi demo tersebut mama-mama Jar membawa beberapa buah pamflet yang bertuliskan;
✓Pasar makin sunyi pedagang liar makin rame.
✓Lapak buah-buahan Bukan pasar sayur, rica, tomat. Segera di tertibkan
✓Pinggir jalan bukan pasar untuk pedagang Liar.
✓Pasar Pemda di bangun untuk apa.
✓bapak Bupati bapak Ketua DPRD, Pasar makin sunyi pedagang liar makin rame.
✓Segera tertibkan pedagang Liar. Mamajar menuntut. mogok retribusi.
✓ bapak Bupati bapak ketua DPRD kapan pasar timur di bangun.






