Dobo, BeritaJar.com: Peringatan Hari Manggrove Sedunia (HMS), Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sogalrey melaunching Program 3G Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Aru dan Lounching Rumah Belajar Cahaya Indonesia .
Acara yang berlangsung, Jumat (22/7/2022) di desa Karangguli Kecamatan Pulau-Pulau Aru tersebut dilakukan oleh Pemkab Kepulauan Aru bersama GMKI cabang Kepulauan Aru dengan tema “100 Mangrove Par Aru”.
Wakil Bupati Muin Sogalrey dalam sambutannya menyampaikan peringatan hari mangrove sedunia yang sesungguhnya jatuh pada tanggal 26 juli 2022, namun begitu padatnya agenda pemerintahan maka di majukan lebih awal dengan mengambil lokasi perayaan adalah Desa Karangguli, Kecamatan Pulau-pulau Aru.
“Patut kita syukuri pula karena melalui momen ini, kita akan lakukan sejumlah kegiatan penting terutama yang terkait dengan masalah lingkungan hidup yaitu launching Gerakan Aru Bersih di kemas dengan nama Gerakan 3G yaitu pertama, gerakan memilah dan mengemas sampah yang di kenal dengan nama Gemas. Kedua, gerakan menanam, memangkas pohon, bunga, rumput di kenal dengan nama Gempar, dan yang ketiga yaitu gerakan sapu pantai, halaman dan jalan yang di kenal dengan nama Garputala,” jelas Sogalrey.
Tiga gerakan ini kata Sogalrey, kalau dilakukan secara bersama-sama, bergandengan tangan baik pemerintah, dunia usaha dan terutama masyarakat maka yakin Aru dapat menjadi sebuah wilayah yang bersih dan sehat dan bukan tidak mungkin kota Dobo akan menjadi kota terbersih di Propinsi Maluku tahun 2022.
Selain launching gerakan 3G maka di hari ini kita juga akan melakukan kegiatan menanam bakau/mangrove.
“Kegiatan seperti ini menurut hemat saya sangat penting dan saya sangat mengapresiasi. Sebab kita tahu bersama bahwa salah satu permasalahan lingkungan yang di hadapi saat ini adalah masalah kerusakan hutan mangrove,” katanya.
Laju Kerusakan Hutan mangrove sambung Sogalrey, lebih cepat dibandingkan dengan laju pemulihannya. Kondisi Ini mengakibatkan masih terjadinya kerusakan lingkungan dan hampir seluruhnya berdampak terjadinya bencana di berbagai pelosok di Indonesia.
“Kita masih melihat dan merasakan kejadian banjir dan longsor yang tidak hanya mengakibatkan kerugian ekonomi namun juga merenggut jiwa manusia,” ujarnya.
Dijelaskan pula bahwa kerusakan tersebut menjadi faktor dominan pengurangan nilai dan fungsi hutan yang seharusnya dapat memberikan layanan bagi kehidupan seperti menata siklus air, tempat beradanya keanekaragaman hayati dan memitigasi perubahan iklim.
“Kita perlu memperhatikan dengan serius kerusakan hutan mangrove dan perubahan fungsi lahan karena memberikan kontribusi besar bagi memburuknya perubahan iklim di indonesia,” terang Sogalrey.
Dirinya menambahkan, khususnya di Kabupaten Kepulauan Aru, ancaman kelestarian hutan mangrove perlu diantisipasi secara optimal, dimana seluruh aktivitas pembangunan, khususnya yang terkait dengan hutan mangrove harus berwawasan lingkungan dan mengacu pada daya dukung dan daya tampungnya.
“Kita masih melihat kegiatan industri terutama pertambangan yang merusak lingkungan, masih maraknya pembalakan liar (llegal logging), konversi lahan untuk pemukiman dan perkebunan dan yang tidak kalah seriusnya adalah kebakaran hutan dan lahan yang tidak sedikit terjadi karena pembakaran dengan sengaja,”urai Sogalrey.
Semua perilaku yang merusak tersebut tambah Sogalrey harus diubah sehingga kabupaten akan hasil hutan ini, tetap terjaga dan lestari serta terhindar dari bencana dan malapetaka
Berdasarkan hal di atas, maka upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pelibatan masyarakat dan swasta serta pemerintah menjadi aspek yang penting.
“Pemerintah perlu mengeluarkan program yang pro lingkungan sementara pihak swasta perlu juga menyadari akan pentingnya pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan dan masyarakat diharapkan melakukan aksi-aksi ramah lingkungan hidup seperti membuang sampah pada tempatnya, menanam dan memelihara pohon atau juga menggunakan energi secara bijak,” pungkas Sogalrey.
Usai kegiatan tersebut Wabup Sogalrey bersama para undangan lainnya melakukan Penanaman Mangrove dan sapu pantai.






