Rumah Warga Korban Puting Beliung Belum Dapat Bantuan Pemkab Aru

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Sekitar 18 rumah di Kelurahan Galay Dubu Kecamatan Pulau-Pulau Aru Kabupaten Kepulauan Aru, rusak akibat diterjang angin puting beliung yang terjadi, Senin (20/6) kemarin.

Namun hingga kini, belasan warga yang menjadi korban mengaku belum mendapat bantuan satupun dari pemerintah setempat.

“Sampai hari ini belum ada satupun bantuan yang kami terima dari Pemda Aru,” ungkap Josef Welerubun, salah satu korban puting beliung di kawasan Dok, Kamis (23/6).

Dikatakan, saat pasca bencana tersebut usai, ada petugas dari Pemda yang turun untuk mendata kerusakan rumah yang rusak.

“Menang petugas dari Pemda ada datang usai kejadian itu dan hanya menanyakan kerusakan saja dan ambil data keluarga,” bebernya kepada wartawan.

“Dong datang, foto, minta KTP dan KK saja setelah kejadian itu,” tambahnya.

Hal senada juga di sampaikan janda Leci Yanpapi dan Yohanis Welerubun.

Ketika ditanya kerusakan, bapa Josef mengaku rumahnya juga rusak parah diterjang angin puting beliung. “Beta pung kap rumah ini, angin angka kasi terbang mangkali 100 meter jatuh di atas orang rumah,” ujar Josep, sama halnya dengan keluarga Yanpapi dan beberapa keluarga lainnya.

Menurut dia, untuk di kawasan Dok, ada 14 rumah yang rusak dan semuanya belum satupun dapat bantuan.

“Katong bersyukur ada uang sadiki for beli kayu dan senk untuk pasang, kalau seng katong tinggal dalam hujan-hujan,” terang Josep.

Sementara itu, kondisi rumah Yohanis Welerubun yang dilihat, hanya bisa gunakan terpal untuk tutup rumah yang senknya sudah dibawah angin. Berbeda lagi dengan rumah milik Dominggus Kabeto, hingga saat ini kondisi rumahnya tidak bisa di tempati, karena seluruh atapnya tidak ada, bahkan rangka kapnya pun tidak ada.

“Olehnya, kami sangat mengharapkan adanya bantuan dari Pemda untuk rehab rumah dan bantuan sosial lainnya, karena bukan saja rumah, tapi barang di dalamnya pun rusak,” pintah mereka para korban.

Terkait kondisi tersebut, hingga kini Kepala BPBD Kepulauan Aru, Berthy Imuly yang dihubungi media ini belum dapat dikonfirmasi.

Terpisah, Kepala BPKAD Kepulauan Aru, Jakop Ubyaan ketika dikonfirmasi terkait dengan dana tanggap bencana, dirinya mengaku dananya ada, namun tidak begitu saja langsung di cairkan karena ada prosesnya.

Prosesnya itu sambungnya, pihak BPBD harus melengkapi administrasi dan ajukan permintaan dulu barulah bisa dicairkan. “Kita tidak bisa cairkan begitu saja, karena masalah dan kemudian nantinya waktu pertanggungjawaban anggaran tersebut,” pungkas Ubyaan.

Untuk diketahui, 18 rumah yang rusak akibat angin puting beliung terjadi di Kelurahan Galay Dubu yakni 14 rumah di kawasan Dok dan empat rumah di kawasan kolam bom kota Dobo.