Gutandjala Minta Masyarakat Aru Tingkatkan Budaya “Kalesang”

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Aru, Ir. J. Gutandjala meminta masyarakat Kepulauan Aru untuk tertib terhadap kebersihan. Budaya “Kalesang” menjadi prioritas dalam menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing. Baik kebersihan di lingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat.

Dikatakan, dengan budaya “Kalesang” lingkungan akan terhindar yang namanya sampah.

“Hingga kini masalah sampah menjadi persoalan dunia. Begitu juga sampah di Kabupaten Kepulauan Aru harus ditangani dengan baik,” ucap Gutandjala kepada Wartawan kemarin di Dobo.

Menurutnya, satu-satunya cara mengatasi sampah adalah memperbiasakan masyarakat selalu tertib dengan meningkatkan Budaya Kalesang. “Kita akan terus menghimbau kepada masyarakat terhadap tertib sampah,” jelasnya.

Dijelaskan Gutandjala, tertib terhadap sampah sebenarnya merupakan tradisi turun-temurun dari orang tua-tua terdahulu. Olehnya itu bagi masyarakat, Budaya ‘Kalesang’ bukanlah hal baru untuk orang Maluku, khususnya orang di Kabupaten Kepulauan Aru ini.

“Kalau kita mau lingkungan kita bersih dari sampah, harus dari dalam keluarga terlebih dulu. Jika dalam keluarga sudah bersih dari sampah, saya yakin lingkungan masyarakat pasti bersih. Budaya ‘Kalesang’ merupakan tradisi orang tua-tua kita dulu, dan kita harus lestarikan kepada anak-anak cucu kita sekarang dan generasi akan datang,” ungkapnya.

Demi meningkatkan budaya ‘kalesang’ di masyarakat, DLH Aru secara perlahan membuat bak-bak sampah di beberapa tempat umum, seperti di Jalan Bandara dan lokasi perkantoran.

Selain itu, tambah Kadis, ada tulisan sebagai himbauan ‘Kota Bersih, Kota Sehat’. “Sebagai himbauan, kita tuliskan di setiap bak sampah ‘Kota Bersih, Kota Sehat’. Hanya kalimat sederhana dengan 4 (empat) kata ini, kiranya dapat menggugah warga masyarakat menjadi sadar, untuk menjadikan kota bersih dari sampah,” akuinya.

Program-program yang sempat diusulkan Kepala DLH Kepulauan Aru ini yaitu, untuk menjemput bola ke pihak RT-RT agar tetap memperhatikan lingkungannya.

“Beberapa waktu lalu pada momen Hari Lingkungan Hidup se-Dunia, saya sudah membuat kesepakatan dengan para RT di Kota Dobo untuk selalu memperhatikan kebersihan lingkungannya masing-masing. Kesepakatan sudah dilakukan, dan saya sebagai Kepala DLH Aru, hanya tinggal menagih janji para Ketua RT tersebut,” ujarnya lagi.

Disamping itu, dirinya berharap, semua Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Kepulauan Aru ini dapat memperhatikan kebersihan desa-masing-masing.

“Setiap Kades di Aru ini saya himbau untuk memperhatikan kebersihan desanya. Anggaran yang diterima desa, jangan lupa sisipkan sebagian untuk dana kebersihan desa. Lahan TPA sampah juga disiapkan para Kadesnya,” tuturnya.

Gutandjala juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu tertib membuang sampah tepat waktu, yaitu dari sore hari pukul 18:00 hingga pagi pukul 06:00 WIT. Pasalnya, membuang sampah di siang hari akan membuat wajah kota kelihatan kotor.

“Kalau masyarakat membuang sampah tepat waktu, maka petugas dengan kendaraan mengangkut sampah juga tepat waktu. Lampu penerangan jalan masih minim, dan berpengaruh bagi penyapu jalan membersihkannya. Saya sarankan untuk bersihkan kurang lebih 2 jam saja, mulai pukul 06:00 hingga 08:00 WIT,” pungkasnya seraya menambahkan, Kota Dobo akan menjadi kota terbersih di tahun 2024 nanti. (*)