Dobo, BeritaJar.com: Guna memastikan stok sembako aman menjelang perayaan hari raya idul Fitri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru bersama Polres Aru menggelar operasi pasar, Rabu (20/4/2022) di kota Dobo.
Pantauan media ini, operasi pasar tersebut di bagi dua tim, tim pertama dipimpin langsung Wakil Bupati Kepulauan Aru, Muin Sogalrey dan tim kedua dipimpin Kapolres Aru, AKBP Sugeng Kundarwanto yang diwakili Kasat Reskrim, Iptu Galuh F. Saputra, S.I.K bersama Kadis Perindag dan Kepala PT. Pertamina cabang Dobo.
Kepala Dinas Perindag Kepulauan Aru, Bernadus Adjas kepada Wartawan mengatakan bahwa untuk seluruh stok jelang hari raya idul Fitri aman.
Dikatakan, memang ada beberapa temuan yang didapati, seperti untuk sembako aman, hanya minyak goreng saat ini kosong semua pada semua toko distributor.
“Namun, kondisi tersebut dalam waktu tiga empat hari ke depan tol laut (line temas) masuk, maka stok minyak goreng pun aman, karena kapal temas/kontener baru keluar dari Surabaya,” ucapnya.
Sementara untuk kebutuhan telur ayam, Adjas menambahkan, ketika dilakukan pengecekan pada dua agen penyalur, diketahui kebutuhan terpenuhi karena akan masuk lagi dengan KM. Nggapulu pekan depan.
“Olehnya, untuk kebutuhan sembako menjelang perayaan hari raya idul Fitri tidak ada masalah, semuanya terpenuhi,” ungkapnya.
Sementara untuk stok BBM lanjut Kadis, dari hasil operasi di ketahui stok pun tidak masalah bahkan lebih, khususnya minyak tanah, sesuai yang di sampaikan kepala PT. Pertamina cabang Dobo.
Dalam operasi pasar ini juga pihaknya juga menemukan ada praktek nakal dari pengecer atau agen Mitan, dimana ijin operasinya di kecamatan/desa operasinya dalam kota Dobo.
“Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya kelangkaan dan kemahalan harga di desa yang mencapai Rp. 6.500 perbotol.
Olehnya, temuan ini akan kita telusuri siapa pelakunya dalam penyalahgunaan Mitan subsidi ini,” jelas Adjas.
Kedepannya, tambah Kadis, pihaknya akan lebih perketat perijinan kepada agen Mitan serta lebih tingkatkan pengawasan lapangan.
“Bila kedapatan maka tidak segan kita proses hukum, karena Mitan ini subsidi bagi masyarakat,” pungkas Adjas.
Pada kesempatan yang sama Kasat Reskrim Iptu Galuh F. Saputra, SIK mengatakan sebelum menggelar operasi pasar tersebut, sebelumnya pihaknya telah melakukan rapat dengan Pertamina bersama Disperindag Kepulauan Aru.
Dijelaskan, menindaklanjuti rapat tersebut, hari ini kita turun lapangan dalam rangka operasi pasar dengan sasaran pelaku usaha Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Apabila ada temuan di lapangan yang terindikasi tindak pidana, maka diserahkan ke pihak Polres Kepulauan Aru guna dalam rangka proses hukum,” jelas Galuh.






