Dobo, BeritaJar.com: Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kepulauan Aru menggelar musyawarah cabang (Muscab) ke-II, Kamis (31/3/2022).
Muscab IBI yang berlangsung di Caffe Gospel tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sogalrey.
Dalam sambutannya, Sogalrey mengatakan bahwa Ikatan Bidan Indonesia (IBI) adalah organisasi profesi berbentuk kesatuan bersifat nasional berazaskan Pancasila yang bertujuan antara lain menggalang persatuan dan persaudaraan antara sesama Bidan serta kaum wanita pada umumnya dalam rangka memperkokoh persatuan bangsa membina pengetahuan dan keterampilan anggota dalam profesi kebidanan, khususnya dalam pelayanan kesehatan Ibu dan Anak serta kesejahteraan keluarga.
Selain itu, membantu pemerintah (partisipasi aktif) dalam pelaksanaan pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam meningkatkan martabat dan kedudukan bidan di masyarakat.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru Sogalrey menyambut baik kegiatan Musyawarah yang dilaksanakan tersebut.
“Saya berharap agar kegiatan ini bukanlah dimaknai sebagai sebuah tuntutan Anggaran Dasar Rumah Tangga Organisasi saja yang bersifat selebrasi rutinitas belaka, tetapi hendaknya di maknai sebagai sebuah momentum untuk ber-refleksi dalam evaluasi tentang pengabdian dan pelayanan para Bidan di Kabupaten Kepulauan Aru, sekaligus merencanakan dan menetapkan kegiatan yang berdampak pada kualitas profesi bidan yang mandiri, berdaya saing dan mampu meningkatkan profesionalisme bidan Indonesia dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.
Sogalrey juga mengungkapkan bahwa beberapa tantangan dan kendala pelayanan kebidanan pandemi Сovid-19, telah memberikan educati positif bagi para bidan untuk lebih mempersiapkan diri, terutama pada pelayanan dasar yang menantang yaitu terbatasnya pengetahuan ibu dan keluarga terkait Covid-19 beserta pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi baru lahir di masa pandemic.
Serta lanjut Sogalrey, tantangan lainnya yakni belum semua bidan juga tersosialisasi termasuk panduan-panduan terbaru dalam masa Covid-19 terkait kesehatan Alat Pelindung Diri dalam fasilitas kesehatan baik primer, tempat praktik mandiri bidan, maupun rujukan.
“Selaku Pemerintah daerah, saya yakin sungguh bahwa dalam Forum ini dapat mendesain program kegiatan terutama pada hal mendasar keselamatan bidan, pasien, dan semua tenaga kesehatan harus dilindungi,” ujar Wabup.
Dirinya menambahkan selain itu, hendaknya desain kegiatan tersebut dapat meminimalisir tantangan lainnya yakni pelayanan kebidanan di era pandemi sehingga memberikan asas manfaat yang positif bagi peningkatan pelayanan Bidan dari kota sampai di desa-desa.
“Kita mendorong pada forum ini juga sebagai bagian dari perangkat Kabupaten Kepulauan Aru, ditengah persoalan dunia dan bangsa yang kompleks, marilah peningkatan pelayanan demi pemenuhan hak dasar kebutuhan masyarakat mendukung pembangunan nasional dan daerah berkelanjutan demi menghadirkan kesejahteraan bagi semua masyarakat di Bumi Jargaria Sarkwarisa,” tutur Sogalrey.
Diakhir sambutannya, Wabup dua periode ini juga mengajak kita semua untuk mendoakan dunia, bangsa dan Negara kita Indonesia, ditengah krisis kesehatan global, akibat pandemic covid-19 yang tak kunjung habisnya, serta krisis perdamaian dunia di Rusia dan Ukraina akibat perang.
“Marilah kita bersepakat untuk terus mendukung upaya pemerintah melalui vaksinasi nasional, protokol kesehatan demi mempercepat pembatasan penyebaran varian baru di tengah masyarakat,” pungkas Sogalrey.






