Wabup Sogalrey Resmikan TK Kristen 2

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sogalrey meresmikan gedung Sekolah TK Kristen 2, Kamis (10/2/2022).

Dalam peresmian itu dihadiri Ketua YPPK dr. J.B. Sitanala Dr Sarlota Singerin, M.Pd, Sekretaris Umum YPPK dr. J.B. Sitanala Pendeta AF Paliama S.Si, M.Pd, Dr. Betty D. Hetharion, S.Pd, M.Pd (Anggota Devisi Pendidik dan Tenaga Kependidikan) YPPK dr. J.B Sitanala, Pendeta H Mussa dan Para Pimpinan OPD lingkup Pemkab Aru.

Wabup Muin Sogalrey dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam perspektif kristen, sekolah adalah media pertemuan orang anak guru dan juga tua murid sebagai sarana “parenting school” dengan tujuannya menjalin relasi dan kebersamaan dalam mengembangkan karakter, sikap, moral, dan spiritual anak Untuk dapat membangun hubungan tersebut.

Dikatakan, Sekolah Kristen harus memiliki filsafat dan prinsip-prinsip pendidikan Kristen yang bersumber pada kebenaran Firman Tuhan.

Atas nama Pemkap Aru, Sogalrey menyampaikan apresiasi kepada Pengurus YPPK dr. J.B.Sitanala pusat dan Cabang Pulau-Pulau Aru, yang mana terus melakukan konsolidasi intensiv secara berkala sehingga seluruh perencanaan dan penetapan aktivitas dapat terjadi dengan system dan pola yang tersistem.

“Hal ini saya sampaikan berdasarkan pantauan saya beberapa waktu belakangan, bahwa Pengurus YPPK dr. J.B. Sitanala sangat serius dan proaktif membangun mitra terintegrasi sehingga kerjasama lintas sektor terus diidentifikasi disertai riset dalam membangun kerjasama demi peningkatan mutu dan kualitas persekolahan Kristen di bawah naungan Yayasan ini,” ucapnya.

Menurutnya, ini sebuah pencapaian yang perlu diberikan reward oleh pemerintah daerah, sebab dedikasi pengurus YPPK dr. J.B.Sitanala menunjukan keseriusan Gereja Protestan Maluku dalam membantu mendorong percepatan mutu pendidikan sesuai dengan Standar Pendidikan Nasional.

Hari ini kita menyaksikan Peresmian Gedung Sekolah TK Kristen 2 Dobo, yang merupakan sebuah upaya yang dikembangkan demi mewujudkan harapan bersama yang kudus itu.

“Saya berharap dengan diresmikannya gedung ini dapat memberikan nilai dan manfaat yang baik demi tumbuh kembang anak dalam haknya mendapatkan pemenuhan mutu pendidikan yang layak kepada semua kita yang hadir disaat ini kiranya dapat mensosialisasikan keberadaan sekolah ini kepada semua jemaat dan masyarakat yang ingin menyekolahkan anak di tingkat sekolah TK,” ujar Sogalrey.

Dijelaskan pula bahwa hal ini tentunya menjadi sebuah pergumulan kita semua karena untuk mewujudkan semua itu, tentunya didukung dengan sarana prasarana serta tenaga pengajar yang handal dibidangnya.

Oleh karena itu, kata Sogalrey, dibutuhkan kerja keras disertai dengan inovasi, bagaimana cara mendesain prakarsa dan ide untuk menarik minat masyarakat menyekolahkan anaknya disekolah ini karena tidak mungkin kita mengadakan sekolah tanpa kesiapan murid dan tenaga pendidik.

Kepada para ketua majelis jemaat, pendeta dan pemangku kebijakan dilevel klasis dan jemaat, Wabup berharap untuk mengajak jemaat ayo sekolah di TK Kristen 2 Dobo.

“Kepada pengurus YPPK cabang Pulau-Pulau Aru, agar terus mendorong maksud tersebut. Marilah bersama membangun komunikasi dalam desain pendidikan Kristen yang ramah, ber-iman, berintegritas dan berkarakter, saya yakin bahwa dengan pengadaan sekolah ini, dapat memberi ruang bagi jemaat sekitar untuk memanfaatkannya dengan baik,” pintahnya.

Wakil Bupati dua periode ini juga menghimbau, bahwa dengan alasan sekolah ini adalah juga bagian dari Sinagoge, tempat berdoa dan mengajarkan tanda kebaikan Allah bagi anak-anak.

“Mari kita semua membawa pembaruan dalam dunia pendidikan dengan adanya program ‘Merdeka Belajar’ membangun inovasi diri dan kreatifitas, mendorong minat belajar anak yang merupakan media membangkitkan semangat mewujudkan ekspektasi anak bangsa serta bersama-sama Pemerintah Daerah membangun pemulihan pendidikan, ekosistim ekologi alam, memerangi hoax, intoleransi, kekerasan sosial, Miras, Narkoba dan penyakit masyarakat lainnya yang justru menimbulkan masalah sosial yang tidak habisnya,” ajaknya lagi.

Dalam konteks persoalan kebangsaan, di Persekolahan Kristen Yayasan YPPK dr.J.B.Sitana, Sogalrey berharap menjadi rumah bersama, hidup orang basudara, Sita Kaka Walike.

“Di Rumah ini banyak orang menemukan kedamaian, serta educati yang berkualitas, dalam semangat kebangsaan dan ke-Bhinekaan yang bersepakat menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara, sebagi wujud keikutsertaan kita semua dalam pembangunan bangsa berkelanjutan demi mencapai tujuan bersama,” jelas Sogalrey.

Selain itu, ditambahkan, dalam koteks pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia kini justru mengancam potensi dan harapan anak bangsa, memukul satu kekuatan inti Indonesia yaitu bonus demografi. Bahkan lanjutnya, kondisi ini pun bisa lebih parah lagi dalam 10-20 tahun ke depan, jika pandemi, krisis ekonomi, krisis politik semakin mengancam usia produktif Indonesia.

“Untuk itu saya bersepakat dengan keluarga besar YPPK dr. J.B.Sitanala untuk ke depannya membangun keyakinan diri masing-masing individu. Hal ini sangat penting untuk mengantisipasi dampak pandemi yang bisa membajak kesempatan belajar anak baik primer maupun sekunder,” urainya.