HUT PDIP Ke-49, Karelau : Perjuangan Panjang Partai Tidak Lepas Dari Darah dan Air Mata Para Pendiri

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Sekertaris DPC PDIP Kabupaten Kepulauan Aru, Scifo Ambrosius Karelau mengatakan bahwa Perjuangan panjang partai PDIP tidak lepas dari darah dan air mata para pendiri partai.

Dikatakan, dalam Kongres ke V PDI Perjuangan, diputuskan bahwa semua kader partai wajib bekerja gotong royong untuk memenangkan Pemilu 2024 (menciptakan hatrick/kemenangan 3 kali beruntun).

“Untuk itu dibutuhkan suatu strategi dan usaha yang keras dari seluruh pekerja partai, baik di Pusat, Provinsi, maupun Kabupaten Kota,” ucap Karelau dalam amanatnya saat menjadi Inspektur upacara bendera, Senin (10/01/2022) bertempat di halaman Sekertariat DPC Partai PDIP Kepulauan Aru.

Ditegaskan pula bahwa usaha mempertahankan kekuasaan secara konstitusional lewat Pemilihan Umum bukan untuk kepentingan orang per orang, tapi untuk kepentingan rakyat, termasuk masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru.

“Menghadapi kondisi ekonomi yang porak- poranda di masa pandemi Covid 19 yang belum diketahui kapan berakhirnya, kami mengajak seluruh pihak, termasuk Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru untuk mengedepankan pangan lokal sebagai makanan pokok maupun makanan pendamping beras,” harap Karelau.

Kita di Aru kata Karelau, punya cukup potensi baik itu sagu, maupun umbi – umbian. Juga kekayaan hasil laut yang beraneka ragam. Untuk itu, mari bergandengan tangan memaksimalkan semua potensi daerah ini untuk kemaslahatan masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru.

“Karena bukan untuk kepentingan sekelompok orang tetapi untuk kepentingan seluruh masyarakat,” urainya.

Karelau juga menambahkan untuk menuju kemenangan pada Pemilu 2024, PDI Perjuangan perlu memegang teguh prinsip partai pelopor.

Menurut Bung Karno, partai pelopor adalah partai yang punya azas perjuangan dan program yang mendorong perubahan mendasar dalam masyarakat, yakni berjuang melenyapkan susunan masyarakat lama dan berjuang mewujudkan susunan masyarakat baru.

Dan untuk mewujudkan azas perjuangan dan program tersebut, sambung Karelau, partai pelopor harus “membanting tulang membangkitkan massa aksi dan mengomando massa aksi ke arah surganya kemenangan” Artinya, Partai Pelopor harus mendasarkan perjuangannya pada kekuatan massa yang sudah diikat secara ideologis oleh partai yaitu Pancasila 1 Juni 1945. Dengan demikian, dalam konteks saat ini sebuah partai pelopor harus punya dua kriteria.

Pertama, partai pelopor harus punya azas perjuangan dan program untuk mendorong perubahan mendasar yang positif dan progresif dalam masyarakat, bangsa dan negara.

Kedua, partai pelopor harus aktif berjuang berbasiskan kekuatan massa, dan memimpin perjuangan massa ideologis tersebut.

“Dan untuk mewujudkan massa ideologis, partai pelopor harus melakukan kerja-kerja politik. Dalam pengertian Bung Karno, partai pelopor harus mengolah kemauan massa dari onbewust (belum sadar) menjadi kemauan massa yang bewust (sadar). Disinilah, kaderisasi dan segala aneka kerja partai ditengah rakyat menjadi penting untuk mewujudkan massa ideologis itu,” ungkap Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Kepulauan Aru ini.

Selain itu, Bung Karno mengatakan radikalisme massa tidak bisa lahir dengan kesengsaraan saja, tidak bisa subur dengan kemelaratan saja. Radikalisme massa lahir dari perkawinannya kemelaratan massa dengan didikan massa; perkawinannya kemelaratan massa dengan perjuangan massa.

Maka, kerja partai pelopor dalam mendidik massa sekaligus berjuang bagi kepentingan massa sangat penting untuk dilakukan.

“Dengan demikian, Partai pelopor harus sempurna dalam ideologi, di dalam kedisiplinan, dan di dalam organisasinya. Hanya dengan begitu, Partai Pelopor bisa mencetak kader yang teguh dan mampu menjalankan kerja-kerja partai. Dan yang tak kalah penting adalah kepemimpinan di dalam partai pelopor, haruslah kepemimpinan yang memastikan seluruh disiplin dan kerja partai itu terlaksana,” jelas Karelau.