Musda IV Unio Indonesia Keuskupan Amboina Gelar di Aru, Sejumlah Peserta Mulai Tiba

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Kabupaten Kepulauan Aru menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) IV Unio Indonesia Keuskupan Amboina. Sejumlah peserta mulai berdatangan di kota Dobo, Rabu (24/11/2021).

Berdasarkan pantauan media ini di Pelabuhan Yos Sudarso Dobo, peserta Musda IV Unio Keuskupan Amboina dari Kota Tual dan Maluku Tenggara tiba di Kabupaten yang berjulukan “Jargaria” ini menggunakan KMP Lobster.

Mereka yang tiba di Dobo yakni rukun Santa Maria bintang laut, RD. Marthinus CH. Ohoiwutun, Santo Thomas Aquino, RD. Yacobus Bedy, Santa Sisilia, RD. Pius Penyampuain dan Santo Anthonius De Padua RD. Hubertus Masriat dan RD. Laurensius Tankdare.

Kelima pastor disambut oleh Wakil Uskup RP. Tino Ulahayanan, MSC di rumah uskup Dobo.

Ketua Panitia Musda IV Unio Keuskupan Amboina, Yosep Lakesjanan kepada Wartawan mengatakan bahwa selain rombongan dari Kota Tual dan Malra, rombongan dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) direncanakan akan tiba sebentar malam dengan menggunakan KMP Satya Kencana.

“Rombongan yang dari KKT yakni, Santo Fransiscus Asisi, RD. Fransgkus Uweubun, Santo Antonius De Padua, RD. Yacobus Sorlury, Santo Yosep, RD. Paulus Sering, Santo Tomas Aquing, RD. Januarius Oratmangun, Santa Maria Mediatrix RD. Alexandro T. Kaplory, Santa Sisilia, RD Petrus C Lewar, Santa Klara, RD. Matheus Bwariat, Kristus Raja RD. Thomas Pattimura Rerebulan, Santo Petrus, RD. Domenikus Baldwwins Masriat,” ucapnya.

Menurut Lakesjanan, kegiatan ini selain musda juga kunjungan Uskup Amboina, Mgr. Petrus Mandagi, MSC dan uskup Sorong dan Manokwari Mgr. Hilarion Datus Lega.

“Musda ini untuk memilih, melihat dan menyusun program kerja empat tahun ke depan dengan mengusung tema “Persaudaraan Imam Diosesan di Tengah Pandemi Covid-19”.

Dengan tema tersebut kata Lakesjanan, mengandung makna umat dan masyarakat di Propinsi Maluku dan Malut. Selain itu, Unio Pastor Keuskupan Amboina dijadikan pergumulan bersama selama musyawarah ini yakni, Pelayan Iman Kepada Umat Dalam Masa Pandemi C-19 .

“Artinya imam diosesan yang sehati dan sejiwa dengan umat. Tema ini dijadikan perspektif untuk mengolah semua kegiatan selama Musda ini, baik kegiatan yang bersifat reflektif dan diskusi maupun kegiatan rohani dan keakraban,” ungkapnya.

Selain itu tambah Ketua Panitia, tujuannya, mempererat persaudaraan dan mengembangkan jaringan komunikasi antar pastor di Maluku dan Maluku Utara.

“Jadi tujuan musda ini adalah Menumbuhkan kelegialitas yang berakar dan terlihat dalam konteks kongkret umat dan masyarakat setempat dengan segala harapan, keprihatinan, tantangan dan peluangnya. Selanjutnya Meningkatkan kualitas hidup dan karya pastor di Keuskupan Amboina dengan mengembangkan sikap kepemimpinan yang kolegial dan partisipatoris serta Menentukan agenda kerja pengurus unio periode 2021-2024,” jelas Ketua Panitia.

Dirinya juga menjelaskan, Musda ke IV Unio Keuskupan Amboina akan menghantar peserta untuk menggumuli beberapa aspek, pertama Merefleksikan kembali fondasi utama yang menggerakkan seluruh hidup, karya dan pelayanan seorang Imam Projo.

“Kedua, Dengan memiliki pemahaman dan refleksi yang utuh tentang Spiritualitas imam Projo, maka para Pastor diharapkan mampu mengimplementasikannya dalam hidup, karya dan pelayanan umat di tengah wabah pandemi covid 19 serta Refleksi Eksistensi penggembalaan seorang Imam Projo ditengah Umat Allah,” pungkasnya.

Lakesjanan juga memberikan sekilas gambaran Unio Keuskupan Amboina adalah wadah persekutuan para pastor diosesan/projo yang melayani di wilayah Propinsi Maluku dan Maluku Utara yang didirikan pada tahun 1986.

Hingga kini jumlah pastor sebanyak 98 orang dan tiap tahun ada 5 pastor yang di tabiskan.

“Musda IV ini diselenggarakan untuk meningkatkan persaudaraan dan kerasulan para pastor Se-Keuskupan di dua Propinsi Maluku dan Maluku Utara,” tutupnya.