Puskesmas Siwalima Gelar Orientasi Dokter Kecil Bagi Pelajar

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kecamatan Pulau-Pulau Aru Kabupaten Kepulauan Aru menyelenggarakan kegiatan orientasi dokter kecil bagi siswa siswi SMP di kota Dobo.

Kegiatan yang berlangsung di aula suasana baru, Senin (22/11/2021) dibuka oleh Plt Kadis Kesehatan Kepulauan Aru dr. Watty Gunawan.

Dalam sambutannya, Gunawan menyampaikan bahwa salah satu upaya yang strategis untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia adalah upaya pendidikan dan kesehatan.

“Dan upaya ini paling tepat dilakukan melalui institusi pendidikan sekolah sebagai tempat berlangsungnya proses belajar mengajar harus menjadi “ health Promoting School” artinya sekolah yang dapat meningkatkan derajat kesehatan warga sekolahnya,” ucapnya.

Dikatakan, Sekolah memiliki lingkungan kehidupan sekolah yang mencerminkan hidup sehat, mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal, terjamin berlangsungnya proses belajar mengajar dengan baik, tercipta kondisi yang mendukung tercapainya kemampuan peserta didik untuk berprilaku hidup sehat.

“Organisasi kesehatan dunia (WHO) mengatakan untuk belajar dengan efektif anak-anak memerlukan kesehatan yang baik. Kesehatan adalah faktor penting pada waktu memasuki sekolah, ikut menentukan presensi (kehadiran) peserta didik secara terus menerus dan ikut pula menentukan keberhasilan belajar di sekolah,” ujar Gunawan.

Menurut dokter Watty, Dalam UU No. 23 tentang UKS ditegaskan bahwa kesehatan sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal sehingga diharapkan dapat menjadikan sumber daya manusia yang berkualitas.

Tujuan dari UKS kata Kadinkes, adalah untuk meningkatkan mutu Pendidikan dan prestasi peserta didik dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta derajat kesehatan peserta didik dan menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan  perkembangan  yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan anak Indonesia seutuhnya.

Dijelaskan pula bahwa Salah satu Program Kegiatan yang di kembangkan dari UKS sendiri yaitu Dokter Kecil. Dokter kecil adalah peserta didik yang dipilih guru guna ikut melaksanakan sebagian usaha pelayanan kesehatan terhadap diri sendiri, keluarga, teman murid pada khususnya dan sekolah pada umumnya.

” Tujuan adalah Meningkatnya pengetahuan, sikap positif dan ketrampilan peserta didik berkaitan dengan pelaksanaan program UKS, Memahami program UKS dan Dokter Kecil, Bersikap dan berperilaku sehat, Membantu petugas kesehatan melaksanakan pelayanan di sekolah, Melakukan pengenalan tanda-tanda penyakit, Melakukan pengamatan kebersihan di sekolah,” kata Watty.

Gunawan menambahkan, Keberhasilan pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) akan bercermin pada perilaku hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik, dan ini adalah merupakan dampak yang diharapkan dari keseluruhan pola pembinaan dan pengembangan UKS.

Hal ini lanjutnya, dikarenakan UKS merupakan wadah dan program yang sangat efisien untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat Kesehatan peserta didik sedini mungkin.

“Diharapkan adik – adik siswa dapat mengikuti dengan baik kegiatan Orientasi ini sampai Selesai sehingga nantinya bisa dipraktekan dalam kehidupan sehari – hari,” pungkas Gunawan.

Terpisah, Kepala Puskesmas Siwalima Hadija Hasyim, SKM kepada media ini mengatakan bahwa kegiatan orientasi dokter kecil ini akan berlangsung selama 3 hari.

” Kegiatan orientasi untuk pelajar tingkat SMP ini akan berlangsung selama 3 hari dan ini merupakan pilot untuk sekolah lainnya,” ungkapnya.

Kapus juga menjelaskan kegiatan orientasi tersebut dilaksanakan sebagai upaya penggerakan dan pemberdayaan anak dan sekolah terlibat secara aktif dalam usaha kesehatan sekolah.

“Harapan saya, dengan adanya kegiatan dokter kecil ini para siswa mampu memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan, minimal siswa dapat memberi obat-obatan kepada siswa yang lainnya apabila siswanya nanti terjadi kecelakaan saat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar,” jelas Hasym.