Dobo, BeritaJar.com: Salah satu program Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) adalah gerakan Indonesia bersih yang merupakan upaya untuk menciptakan meningkatkan kondisi bersih dan sehat kepada masyarakat dan lingkungannya.
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sogalrey saat membuka kegiatan Penyuluhan Lingkungan Sehat yang digelar oleh Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Maluku, Selasa (05/10/2021) di Havana caffe Dobo.
Menurutnya, Kesehatan lingkungan pada hakekatnya adalah suatu kondisi atau keadaan yang optimum sehingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya suatu keadaan yang optimal.
Dikatakan, Menjaga lingkungan yang bersih dan sehat merupakan suatu upaya pencegahan penyakit seperti diare, Feliriasis, TB paru, infeksi saluran pernapasan ( ISPA), malaria, demam berdarah dan penyakit berbasis lingkungan lainnya.
Olehnya itu, kata Wabup, diperlukan kerjasama dan kepedulian dari semua komponen masyarakat untuk menyediakan fasilitas sarana dan prasarana yang menunjang perilaku hidup bersih dan sehat.
“Diharapkan dengan terselenggaranya kegiatan ini akan lebih meningkatkan lagi budaya bersih dan sehat di lingkungan keluarga, desa, kelurahan sehingga meluas pada perilaku-perilaku umum lainnya,” ujar Sogalrey.
Dirinya menambahkan, sekarang ini kita diperhadapkan pada kondisi pandemi covid-19 yang melanda dunia internasional dan sampai dengan saat ini belum dapat tertangani secara tuntas.
“Menghadapi kondisi yang demikian ini maka diperlukan evaluasi peningkatan kapasitas dan sosialisasi secara berkala sehingga kita dapat mendeteksi sejak dini adanya wabah penyakit sekaligus mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah penyebaran wabah penyakit dimaksud,” urainya.
Selain itu sambung Sogalrey, di samping penanganan secara medik atau kesehatan, kita juga tentu membutuhkan penanganan secara sosial sebagai upaya pencegahan melalui penyuluhan atau ceramah ceramah agama yang sifatnya mengajak untuk berperilaku sehat sesuai dengan tuntunan ajaran agama ataupun budaya dan adat istiadat ( kearifan lokal) yang berlaku.
Terkait dengan itu, Wakil Bupati dua periode ini meminta kepada kita semua untuk memperhatikan tiga hal penting yakni Pertama, pembangunan kesehatan merupakan salah satu unsur penopang peningkatan indeks pembangunan manusia di samping unsur pendidikan dan ekonomi.
“Untuk itu, sebagai investasi orientasi pembangunan kesehatan harus lebih didorong pada aspek-aspek promotif dan preventif tanpa apa merupakan aspek kuratif rehabilitatif,” katanya.
Kemudian kedua, diperlukan kerjasama lintas program maupun lintas sektor, akademisi pelaku usaha organisasi masyarakat dan lain-lain, sebagai bentuk tanggung jawab bersama akan masa depan bangsa khususnya kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing dengan bangsa lain.
Dan yang Ketiga, mengingatkan kembali gerakan revolusi mental dengan tiga nilai utama yaitu integritas kerja keras dan gotong royong yang harus menjadi budaya kerja sehingga dapat memberikan warna dan arah pembangunan.
Kepada peserta penyuluhan Sogalrey berharap agar dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.
“Sehingga melalui kegiatan ini saudara-saudara dapat menyampaikan kepada masyarakat tentang pentingnya upaya menciptakan lingkungan yang sehat,” pungkasnya.






