Jembatan Yang Dibangun Kodim Tual di Dobo, Kini Telah Rampung

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Kegiatan Pengerjaan jembatan penghubung di Kota Dobo Kabupaten Kepulauan Aru yang dilakukan Kodim 1503 Tual kini telah memasuki tahap finishing.

“Untuk pembangunan jembatan penghubung saat ini telah mencapai tahap akhir. Para personil telah lakukan pengacian pagar jembatan dan pengecetan pagar jembatan dan trotoar jembatan,” ucap Dandim 1503 Tual, Letkol Inf. Mario C Noya saat meninjau pekerjaan jembatan tersebut, Sabtu (1/5/2021).

Dandim Mario mengatakan, Pekerjaan yang dilakukan oleh para Personil Pengerjaan Jembatan Penghubung berjalan dengan baik dan sangat luar biasa nya, Karena pengerjaan selesai sebelum waktu yang di tetapkan oleh Dinas PU Kabupaten Kepulauan Aru.

“Waktu yang ditentukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) yakni pekerjaan dilaksanakan dalam kurun waktu 90 hari tetapi Puji Tuhan pekerjaan telah selesai dengan waktu 70 hari kerja,” ujarnya.

Kegiatan Pimbinaan Teritorial ( BINTER ) di Wilayah Kabupaten Kepulauan Aru, kata Mario, merupakan sebuah langkah dan Bakti TNI untuk rakyat.

“Apa yang kita lakukan pada kegiatan Binter di Aru kota Dobo adalah sebuah kinerja kami untuk masyarakat, mendekatkan diri kepada masyarakat dan mengabdi diri buat masyarakat yang tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat,” jelasnya lagi.

Dandim juga menambahkan,Tujuan dari Pembuatan Jembatan Penghubung yang ada di perumahan rakyat Kelurahan Siwalima Kecmatan Pulau-Pulau Aru tersebut yaitu menghubungkan jalan yang terputus akibat rintangan hilir sungai dan jurang sehingga jembatan tersebut, menjadi salah satu prasarana transportasi untuk menunjang kelancaran pergerakan lalulintas bagi warga masyarakat sekitar agar ke depannya masyarakat lebih merasakan kenyamanan dan adanya perhatian pemerintah khususnya TNI AD .

“Dengan dibuatnya jembatan penghubung yang berada di perumahan rakyat ini akan memberikan dampak yang lebih baik lagi bagi warga masyarakat yang melaksanakan aktifitas kesehariannya sebagai petani, sehingga ke depan dengan adanya jembatan tersebut, penyaluran hasil perkebunan masyarakat menjadi lebih lancar dari kebun/ ladang mereka ke pasar, dan yang paling penting adalah berkembangnya perekonomian masyarakat karena infrastruktur yang sudah layak (Memadai),” ungkap Dandim Mario.