Letakan Batu Pertama Masjid Nurul Hakim di Dusun Bangsal, Ini Pesan Wabup Aru

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sogalrey, SE meletakkan batu pertama pembangunan masjid Nurul Hakim di dusun Bangsal Desa Maekor, Kecamatan Aru Selatan Utara, Senin (15/3/2021).

Turut hadir dalam acara tersebut Camat Aru Selatan Utara Masna Benamen, Ketua MUI Aru, Staf Ahli Bupati, Asisten Setda, tokoh agama, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya.

Muin Sogalrey dalam sambutannya mengatakan Masjid merupakan tempat suci bagi Umat Islam, tempat bersujud dan beribadah kepada Allah SWT.

Disamping sebagai tempat shalat dan bersujud lanjut Sogalrey, juga berfungsi sebagai pusat kegiatan keislaman. Selain itu, sebagai wadah dan wahana pembinaan umat dan peningkatan kualitas umat muslim masjid memiliki peranan yang sangat strategis dalam rangka penciptaan kehidupan agama masyarakat yang rukun dan damai dengan tetap berlandaskan pada pemahaman yang berdasar pada Pancasila sebagai ideologi bangsa.

“Masjid juga harus dipahami sebagai sarana mengintegrasikan kaidah dan faedah kebhinekaan Iman masyarakat kepada Allah subhanahu Wa Ta’ala Tuhan yang Maha Kuasa,” ucap Wabup Aru.

Dikatakannya, di tengah berbagai masalah konflik dan bencana alam non alam yang tak kunjung reda, diperlukan tekad kuat yang menjalin jiwa-jiwa yang masih memiliki rasa kemanusiaan. Itu semua digali dari nilai-nilai spiritual dan insaniah dari aktivitas umat di masjid.

“Untuk itulah umat Islam perlu lebih memaknai keberadaan masjid sebagai benteng moral masyarakat,” terang Sogalrey.

Dirinya juga mengatakan bahwa melalui masjid-masjid yang tersebar di setiap pelosok tanah air kita, kini saatnya kita membangkitkan kembali kesadaran umat Islam untuk memelihara dan memulihkan citra diri sebagai muslim.

“Dalam kerangka inilah, esensi masjid sebagai pusat aktivitas umat Islam dalam kegiatan keumatan pusat pengembangan dakwah islam, serta menjadi pusat peradaban bagi kejayaan Islam menjadi garda terdepan dalam meluruskan dan menjawab setiap tantangan dinamika perkembangan Islam,” tambah Sogalrey.

Pembangunan masjid ini sambung Wabup Aru, tentu saja tidak bisa terlepas dari kerja keras panitia dan partisipasi dari berbagai pihak baik berupa pikiran tenaga dan materi demi terwujudnya pembangunan masjid yang baru ini.

Untuk itu ujarnya, dalam perencanaan sampai pembangunannya, seluruh jamaah diajak untuk ada dalam sebuah kesadaran bersama untuk bersatu dalam pekerjaan ini sebab Masjid merupakan sebaik-baik tempat di muka bumi ini. ” Disanalah tempat peribadatan seorang hamba kepada Allah dengan tujuan memurnikan ibadahnya hanya untuk Allah semata,” katanya.

Selain daripada itu kata Sogalrey, pembangunan dan memakmurkan masjid adalah wujud bagi umat Islam untuk memupuk dan menyebarkan nilai-nilai keislaman seperti cinta pada sesama, cinta pada tanah air, cinta pada kemanusiaan, cinta pada keadilan, cinta pada kebenaran, cinta pada keindahan, cinta pada pengetahuan, cinta pada kedamaian dan lain-lain adalah sejarah nilai yang membuat wajah Islam sejuk dan menyejukkan.

“Islam semacam inilah yang sejatinya harus kita pertahankan dan terapkan dalam kehidupan kita sekarang. Untuk itulah Islam perlu lebih memaknai keberadaan masjid sebagai benteng moral masyarakat,” ungkapnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, dirinya berpesan agar dalam pembangunan masjid tersebut janganlah kita terjebak dalam pemikiran yang justru menghambat pembangunan masjid ini dan Jangan baku melawan, tapi Mari Katong baku Sorong bahu, sebab berat sama dipikul ringan sama dijinjing maka seberat apapun pekerjaan pasti akan dirasakan dengan sukacita agar pekerjaan dan penyelesaiannya dapat diselesaikan sesuai target dan harapan bersama masyarakat dan umat di dusun Bangsal ini.

“Mari kita bergandengan tangan membangun negeri kita yang tercinta ini, eratkan persatuan adik dan kakak Sita Kaka Walike, Sita Eka Tuh demi kesejahteraan masyarakat di Bumi Mutiara Indah Cendrawasih lestari,” pesan Sogalrey.