Bupati Aru Wisudakan PAUD & Membuka Sekolah TK di Kecamatan Aru Setara

oleh -
oleh


Dobo, Tribun-Aru-Com
: Bupati Kepulauan Aru, Johan Gonga melantik dan mewisudakan anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) tahun ajaran 2019-2020 SE Kecamatan Aru Selatan Utara (Setara), Senin (07/09).

Didesa Hokmar, Bupati Johan Gonga melantik 32 anak PAUD yang tergantung dalam tiga (3) desa yakni desa Hokmar, desa Lutur dan desa Rebi serta dusun Katanter. Selain itu Bupati juga meresmikan gedung PAUD KB Hati Nurani desa Hokmar.

Sementara di Tabarfane, Bupati Juga mewisudakan sejumlah anak PAUD dan membuka Lembaga TK Negeri Tabarfane, TK Negeri Erersin dan TK Negeri Juring sekaligus Penyerahan lahan sekolah dan

Penyaluran BLT desa Tabarfane bulan Juli, Agustus dan September.

Bupati Johan Gonga dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada semua komponen yang berada di Kecamatan Aru Selatan Utara, baik Kepala PAUD, Guru-guru, orang tua, yayasan maupun masyarakat di mana dapat dan sanggup melaksanakan kegiatan wisuda ini, ditengah Peradaban New Normal di masa Pandemi Covid-19. 

Dikatakan, Sesuai dengan UU Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 yang mengamanatkan bahwa tugas dan tanggung jawab pendidikan bukan hanya di tujukan kepada pemerintah saja, melainkan juga tanggung jawab kita bersama, baik itu pemerintah orang tua dan masyarakat pada umumnya. “Sehingga kegiatan-kegiatan seperti panggung gembira seperti ini merupakan aplikasi nyata dari apa yang di amanahkan oleh regulasi tersebut,” ucapnya.

Bupati Gonga juga mengatakan bahwa Pendidikan anak usia dini adalah pendidikan yang sangat menentukan masa depan bangsa.

“Ini karena anak-anak usia dini adalah ibarat lembaran kertas putih yang bersih, kosong dari goresan kehidupan, suci dari apapun,” ucap Gonga.

Mereka merupakan calon-calon pemimpin bangsa di masa depan, sehingga apa yang kita ajarkan kepada mereka hari ini akan mewamai wajah bangsa kita di masa depan. 

“Mari kita sadari dalam dalam, kita insaf dengan sungguh-sungguh, betapa lembaran kertas yang suci itu merupakan lembar-lembar sejarah yang kosong,” katanya.

Lanjut dijelaskan, Di dalam lembar-lembar sejarah yang kosong itulah pekerjaan kita sehari hari untuk menuliskan isinya melalui pendidikan kepada anak anak kita. 

“Akankah lembar-lembar kosong itu akan kita coret dengan goresan tak bermakna atau kita isi dengan tulisan yang baik, di tangan kitalah pena itu tergenggam,” sambung Bupati lagi.

Dalam Implementasi hal tersebut, maka kami ada dan bersama-sama menyaksikan acara Panggung Gembira bagi Lembaga PAUD (TK ) Se Kabupaten Kepulauan Aru. 

Semua upaya yang dilakukan ini semata-mata dalam rangka menciptakan sumber daya manusia sedini mungkin secara terarah, terpadu dan menyeluruh, melalui berbagai upaya pro aktif dan kreatif oleh seluruh masyarakat, agar Anak Usia Dini dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensinya. 

“Karena setiap anak adalah unik, setiap din‘ mereka memiliki kecerdasannya masing-masing, mereka sebenarnya terlahir dengan bekal kreatifitas dan kemandirian yang sungguh luar biasa, akan tetapi seringkali kita sebagai orang tua dan pendidik kurang memperhatikan dan memotivasi mereka,” ujar Bupati Gonga.

Bahkan lanjutnya, tanpa kita sadari seiring dengan bertambahnya usia anak, kita justru seringkali mengendorkan kreaktifitas dan kemandirian anak-anak. 

“Contoh sederhana misalnya saat anak sudah bisa memegang alat tulis lalu tanpa sepengetahuan orang tua ia mencorat-coret tembok rumah maka yang terjadi biasanya mereka akan dimarahi dengan alasan kebersihan dan keindahan. Padahal semestinya orangtua mengapresiasi apapun dan bagaimanapun karya anak dengan mendukung, memberikan fasilitas serta motivasi untuk mengembangkan kreatifitas mereka,” jelas Gonga.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru Bupati mengucapkan terima kasih kepada Para Bunda PAUD, Para orang Tua seluruh Pihak Desa maupun Dusun yang telah membantu menyelesaikan Pendidikan ini, kiranya kita semua tetap di berkati untuk memajukan cita-cita Daerah kita ini.

“Saya berharap Pemerintah Kecamatan dan desa agar mensupoort demi menjawab kebutuhan sekolah, dan bagi desa yang belum ada Lembaga PAUD terkhusus TK, agar dapat membukanya sehingga dapat menjawab program pemerintah yaitu : “SATU DESA SATU PAUD”.