Tenaga Medis Ancam Stop Pelayanan di RSUD Cenderawasih

oleh -
oleh
Dobo, BeritaJar.com: Sejumlah Tenaga medis yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cendrawasih Dobo menyancam akan stop laksanakan pelayanan, Rabu (13/05/2020).
“Bapak Bupati dan Dewan Terhormat, kami pegawai RSU tidak pernah libur, maka jangan potong hak-hak kami. Jika harus pemotongan anggaran RSUD, maka tutup saja rumah sakit umum dobo, semoga tidak ada yang sakit di negeriku. Dan Silahkan Potong Dana Proyek Tapi Jangan Potong Hak-hak Kami. Selain itu, Kami akan stop Pelayanan apabila hak hak kami di potong”
Ini merupakan penggalan kalimat kekuatiran yang diungkapkan tenaga medis RSUD Cendrawasih pada panflet yang di tempelkan pada kaca gedung RSUD.
Sementara Kepala bidang penunjang RSUD Melani L. Gainau mengatakan apa yang dituliskan itu didasari rapat bersama dengan direktur RSUD, dr. Wati Gunawan, bahwa ada pemotongan Rp. 7 miliar dan Rp. 5 miliar di dalamnya itu adalah hak-hak kami seperti, hak honorer di pending, uang makan pasien di kurangi, uang makan pegawai di hilangkan, bahkan hingga obat-obatan pun dihilangkan 
“Untuk diketahui bahwa tenaga medis yang ada di RSUD Cendrawasih Dobo didominasi tenaga honorer, sehingga jika harus potong, maka tutup saja pelayanan di rumah sakit,” jelasnya.
Selain itu, Sekretaris pansus covid-19 DPRD Aru, Djafarudin Hamu mengatakan bahwa hasil rapat pansus bersama Bupati Kepulauan Aru, Johan Gonga, tidak ada pemotongan hak tenaga honorer, uang makan PNS apa lagi hilangkan anggaran obat-obatan.
“Malahan untuk tenaga medis ditambahkan anggaran, karena mereka merupakan garda terdepan dalam kondisi ini,” ungkap Djafarudin Hamu ketika melakukan tatap muka langsung dengan para tenaga medis dan pejabat RSUD Cendrawasih Dobo di RSUD.
Dikatakan, tidak ada namanya pemotongan hak-hak honorer, ASN apa lagi tenaga medis.
“Ditambahkan boleh, tapi pemotongan tidak. Sehingga diharapkan agar adik-adik dan bapak ibu tenaga medis tetap laksanakan tugas seperti biasa, dengan selalu menjaga kesehatan,” jelas Djafarudin.

Terpisah, Direktur RSUD Cendrawasih, dr. Wati Gunawan ketika dikonfirmasi Wartawan mengatakan bahwa apa yang di sampaikan stafnya itu tidaklah benar.

“Anggaran RSUD sama sekali tidak ada pemotongan sedikit pun.
Memang kemarin ada rapat, tapi tidak resmi dan hanya bicara soal laboratorium, karena selama ini kinerja di laboratorium sangat tidak mendukung dalam pelayanan, makanya di bicarakan masalah tersebut,” katanya.

Kemudian lanjut Direktur, ada yang meminta penambahan (beli) televisi, namun saya sampaikan kondisi anggaran seperti ini, jangan dulu karena kita ada diminta untuk refocusing dana DAU untuk covid 50 persen, tapi akhirnya melalui duduk bersama dengan tim anggran pemda, RSU tidak di dipotong.

“Jadi semua aman saja dananya, karena mereka (tim anggaran) juga tahu kalau RSU bekerja untuk pelayanan publik,” jelasnya lagi.

Sehingga tambah Gunawan, mungkin staf RSU berpikir kalau ada pemotongan bisa berimbas ke hak-hak mereka, tapi akhirnya tidak ada, jadi tidak mempengaruhi hak-hak mereka sama sekali.