Stok Telur Habis dan Harga Cabe Rawit di Aru Melonjak Tinggi

oleh -
oleh
Tim Satgas Pangan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Aru Saat Melakukan Operasi Pasar, Senin (27/4/2020) di Sejumlah Distributor Sembako 
Dobo, BeritaJar.com: Kabupaten Kepulauan Aru kini mengalami kelangkaan bahkan habis stok telur di pasaran, kalau pun ada dihargai Rp.70 hingga 80 ribu per rak.
Sementara untuk komuditi seperti cabe rawit harga melonjak sangat tinggi, bahkan perkilo dihargai sebesar Rp. 200 ribu.
Hal ini diketahui setelah Tim Satgas Pangan covid-19 Kabupaten Kepulauan Aru melakukan operasi pasar, Senin (27/4/2020) di sejumlah lokasi pasar.
Diketahui, Kenaikan harga dua komuditi tersebut diikuti beberapa kebutuhan pokok (sembako) lainnya, seperti beras, tepung terigu, minyak goreng, gula pasir dan kebutuhan pokok lainnya pun ikut naik. Selain itu, pada sejumlah toko partai (distributor) harga beras naik dari Rp. 3000 hingga Rp. 5000.
Ketua Tim Kordinator Satgas Pangan Covid-19 Kepulauan Aru,  A.L.O Tabela ketika di konfirmasi awak media mengaku bahwa untuk kenaikan harga beberapa jenis kebutuhan seperti beras, terigu, minyak goreng itu baru direncanakan.
“Memang ada rencana harga beberapa jenis kebutuhan tersebut naik, namun itu pun belum pasti karena hari ini kapal kargo Temas akan masuk dari Jawa, sehingga belum ada kepastian kenaikan harga barang tersebut,” jelasnya.
Sementara untuk telor memang saat ini stoknya habis di Dobo. “Stoknya sudah datang, tapi via tual, sementara angkutan dari Tual-dobo tidak ada, inilah yang jadi kendala stok telur di Dobo habis,” tambanya.
Selain itu tambah Tabela, untuk cabe rawit, harganya memang naik, karena  kebutuhan kita akan cabe rawit di sini sangat besar, apa lagi permintaan (belanja) dari orang-orang kapal.
“Permintaan kebutuhan cabe rawit oleh mereka (orang kapal) sangat besar, karena stok mereka hingga bulanan di laut. Sementara, kita di sini masih membutuhkan pasokan dari luar, karena masih kecil petani kita di Dobo dan sekitarnya,” katanya.
Dirinya yakin, stok barang di Dobo Minggu ini pun akan stabil kembali, dengan masuknya kapal kargo (Temas) dari Jawa dan Makasar.
Sementara itu, salah satu pengusaha, Rasman yang juga sebagai distributor sembako di Dobo, mengaku cukup kecewa jika ada distributor lainnya yang menaikan harga khususnya sembako di tengah kondisi pandemi covid-19 ini.
Karena menurutnya, mestinya dengan kondisi ini, kita sebagai distributor harus melihat secara rasional harga kebutuhan tersebut, karena kitalah sebagai pilar daerah dari sektor kebutuhan tersebut.
“Jika kita naikan harga sedemikian, maka secara langsung juga kita menyengsarakan warga kita sendiri, untunglah, namun harus rasional,” ungkapnya.