Site icon BeritaJar

Pemkab Aru Mulai Susun PPKD 2026, Kaidel Minta Pelestarian Budaya Libatkan Masyarakat Adat

Dobo, Beritajar.com: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru resmi memulai penyusunan Rancangan Awal Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2026.

Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel menegaskan pelestarian budaya harus melibatkan partisipasi aktif masyarakat adat secara bottom-up.

Penegasan itu disampaikan Kaidel saat membuka Forum Rancangan Awal Penyusunan PPKD Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2026 di Aula Cendrawasih Dobo, Selasa (3/11/2026).

Kaidel meminta agar dokumen PPKD tidak hanya disusun di atas meja, tetapi benar-benar mencerminkan realitas budaya yang hidup di tengah masyarakat Jargaria, dari Godar Jurin sampai Surun Toi-Toi.

“Saya berharap tim penyusun dan OPD terkait, pastikan dokumen rancangan awal ini disusun dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara partisipatif, bottom-up, dan benar-benar mencerminkan realitas budaya yang hidup di tengah masyarakat Kepulauan Aru,” tegasnya.

Menurut Kaidel, kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu yang dijadikan pajangan sejarah. Kebudayaan adalah fondasi identitas, jati diri, sekaligus pemandu arah pembangunan bangsa, termasuk bagi Kabupaten Kepulauan Aru.

Ia menyebut, Bumi Jargaria dianugerahi kekayaan tradisi, adat istiadat, bahasa, kesenian, dan nilai-nilai kearifan lokal yang luar biasa unik dan tak ternilai harganya.

Penyusunan PPKD ini, kata Kaidel, merupakan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Di dalamnya mengatur langkah strategis melalui pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan terhadap Objek Pemajuan Kebudayaan Daerah.

“Penyusunan rancangan awal PPKD tahun 2026 ini menjadi momentum yang sangat mendasar. Dokumen PPKD ini nantinya akan menjadi rujukan dan landasan utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan kebudayaan yang terintegrasi, komprehensif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kaidel juga mengingatkan tantangan arus globalisasi dan modernisasi yang menuntut gerakan cepat namun tetap cermat. Ia tidak ingin nilai-nilai luhur adat istiadat Aru tergerus zaman.

Sebaliknya, Kaidel mendorong agar kebudayaan ditempatkan sebagai salah satu pilar kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui sinergi kebudayaan dengan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.

Dalam forum tersebut, Kaidel berharap seluruh pemangku kepentingan mulai dari jajaran pemerintah, lembaga adat, para budayawan, hingga generasi muda dapat memberikan kontribusi pemikiran, gagasan, dan data yang akurat.

Di akhir sambutannya, Kaidel menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru serta seluruh panitia yang telah memfasilitasi jalannya forum.

“Saya juga berterima kasih kepada para narasumber, tokoh adat dan budayawan yang terus konsisten menjadi garda terdepan penjaga marwah budaya masyarakat Jargaria,” tutup bupati.

Exit mobile version