Tiakur, Beritajar.com: Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mendukung penuh pembentukan Unit Siaga SAR MBD guna meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan Pencarian dan Pertolongan khususnya kecelakaan laut dan kondisi membahayakan jiwa manusia.
Kepastian dukungan tersebut menguat setelah pertemuan Bupati MBD Benyamin Th. Noach, S.T. dengan Kepala Basarnas Ambon Muhamad Arafah, S.H.,M.Si beserta Kepala Sub Bagian Umum Karel Roni Ileng, S.E., M.Si di Tiakur, Jumat (30/10/2026).
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari silaturahmi dan koordinasi untuk membahas kelanjutan rencana pembentukan Unit Siaga SAR di Kabupaten MBD.
Bupati bersama jajaran Pemerintah Daerah menyambut positif dan mendukung penuh kehadiran unit tersebut sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah kepulauan.
Dalam pertemuan, kedua pihak menyepakati sejumlah tahapan untuk merealisasikan terbentuknya Unit Siaga SAR baru. Tahapan tersebut meliputi dukungan gedung, lahan atau lokasi penempatan, serta sarana dan prasarana yang nanti akan dilaporkan ke Pimpinan Tinggi (Pimti) Basarnas sebagai bahan pertimbangan.
Kepala Basarnas Ambon, Muhamad Arafah menjelaskan, rencana ini adalah jawaban atas tingginya potensi kecelakaan laut di wilayah MBD yang merupakan kabupaten kepulauan.
“Sebagai langkah awal, penempatan personel direncanakan berlangsung pada awal tahun 2027. Dengan kehadiran USS baru di Kabupaten MBD, setiap kejadian kecelakaan laut maupun kondisi membahayakan jiwa manusia dapat segera tertangani dengan cepat dan optimal serta memberikan rasa aman bagi masyarakat,” katanya.
Menurutnya, kolaborasi erat antara Pemda, Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya akan menjadi kunci utama dalam memperkokoh sinergi pelayanan SAR di Kabupaten Maluku Barat Daya.

