Dobo, Beritajar.com: Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kabupaten Kepulauan Aru, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kepulauan Aru, M. Djamil Divinubun mengajak seluruh pengurus untuk bersatu dan melakukan rekonsiliasi.
Hal ini diungkapkan Divinubun kepada media ini, Jumat (23/10/2026).
Divinubun selaku Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Aru DPD Partai Golkar Provinsi Maluku ini menegaskan, kehadirannya di Dobo memiliki dasar hukum yang jelas dan fokus utama untuk menyukseskan Musda.
“Jadi, yang pertama, kehadiran beta di DPD Partai Golkar Kepulauan Aru itu didasarkan pada surat penugasan dari DPD I Provinsi Maluku terkait dengan pelaksanaan pelaksana tugas ketua yang ada di DPD Kabupaten Kepulauan Aru,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penugasan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan DPD Partai Golkar Provinsi Maluku Nomor: Skep-33/DPD/Golkar-Mal/IX/2026 tentang Penunjukan Pelaksana Tugas Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kabupaten Kepulauan Aru Masa Bakti 2020-2025.
“Jadi maksud dan kedatangan beta di samping dasar hukumnya itu adalah surat keputusan tadi. Dalam surat keputusan itu juga merangkum berbagai tugas yang diantaranya yang paling utama adalah melaksanakan Musda Partai Golkar di Kabupaten Kepulauan Aru,” jelasnya.
Untuk itu, Divinubun mengaku saat ini tengah melakukan langkah-langkah konsolidasi organisasi sebagai syarat terpenuhinya ketentuan pelaksanaan Musda.
“Konsolidasi ini sudah dilaksanakan. Pertama adalah mengumpulkan semua pengurus untuk mempersiapkan diri dalam pelaksanaan Musda, sekaligus juga mempersiapkan hal-hal yang terkait dengan kebutuhan syarat terpenuhinya Musda yang ada di Kepulauan Aru secara demokratis, transparan dan egaliter,” katanya.
Menurutnya, kehadiran Plt di Kepulauan Aru adalah untuk menyelesaikan persoalan internal yang terjadi di DPD Kabupaten Kepulauan Aru selama ini.
“Memang Plt ini diturunkan untuk menyelesaikan kendala-kendala persoalan internal yang terjadi di DPD Kabupaten Kepulauan Aru. Oleh sebab itu, saya selaku pengurus DPD Provinsi Maluku bidang pemenangan pemilu sudah melakukan langkah-langkah komunikasi dengan teman-teman yang ada di DPD Kabupaten Kepulauan Aru untuk bagaimana kita bersatu padu, kembali kita berrekonsiliasi untuk mari sama-sama kita sambut perjalanan Musda,” ajaknya.
Selain itu, terkait waktu pelaksanaan Musda, Divinubun menyebut jadwal masih tentatif dan sangat tergantung dinamika internal partai.
“Soal waktu ini sangat dinamis, kita masih tentatif karena kita juga perlu persiapan-persiapan sehingga Musda itu ke depan berjalan secara demokratis, transparan dan egaliter dan yang paling penting adalah menjadi sebuah barometer demokrasi yang ada di Kabupaten Kepulauan Aru,” ungkapnya.
Sementara untuk calon ketua, dirinya menegaskan Golkar membuka ruang seluas-luasnya bagi kader yang memenuhi syarat sesuai aturan partai.
“Kalau soal calon ini belum saya dapat pastikan karena harus lewat mekanisme. Ketika nanti panitia Musda itu terbentuk, ada yang nanti diberikan tugas untuk melakukan pendaftaran. Pada prinsipnya kita membuka kesempatan seluas-luasnya kepada kader Partai Golkar yang bersedia menyediakan waktu, tenaga, pikiran lahir batin untuk mencalonkan diri dengan tentunya syarat-syarat sebagaimana diatur dalam aturan main Partai Golkar,” tegasnya.
Divinubun menambahkan, dari 11 kabupaten/kota di Maluku, hanya tinggal beberapa daerah yang belum melaksanakan Musda, salah satunya Kepulauan Aru.
“Sepengetahuan beta, hanya tinggal beberapa, salah satunya itu adalah Kepulauan Aru, berikutnya Maluku Tengah dan Maluku Tenggara, yang lain semua sudah melaksanakan Musda,” tutupnya.

