Site icon BeritaJar

Trayek Baru Diprotes, Puluhan Sopir Angkot Dobo Sambangi Dishub Aru

Dobo, Beritajar.com: Puluhan sopir Angkutan Kota (Angkot) Kota Dobo menyambangi Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kepulauan Aru, Selasa (20/10/2026).

Mereka menolak kebijakan tiga trayek baru yang ditetapkan Pemkab Kepulauan Aru melalui Dishub karena dinilai merugikan pendapatan.

Aksi protes tersebut berlangsung sekira pukul 09.00 WIT hingga 11.30 WIT.

Pantauan media ini di lokasi, puluhan sopir berkumpul di teras kantor dan menyampaikan penolakan secara terbuka. Walaupun sempat tegang, aksi berjalan lancar dan aman dengan pengamanan dari Satuan Polisi Pamong Praja Kepulauan Aru.

Kedatangan para sopir diterima langsung oleh Kepala Dishub Kepulauan Aru, Benony Liesal bersama para Kepala Bidang, didampingi Kasat Lantas Polres Kepulauan Aru, Iptu T. Jan Soselisa. Hadir pula Kasat Intelkam serta Kasat Sabhara Polres Kepulauan Aru.

Dalam dialog tersebut, para sopir menilai jalur baru yang dibuka minim penumpang sehingga akan membuat setoran mereka tidak tercapai. Mereka meminta agar tetap menggunakan trayek yang lama.

“Biarkan trayek yang ada saja. Nanti kalau ada penumpang yang mau ke Perumahan Rakyat atau Wara pasti katong antar,” ungkap salah seorang sopir.

“Intinya kami menolak kebijakan ini,” teriak sopir lainnya menegaskan.

Menanggapi hal itu, Kepala Dishub Kepulauan Aru, Benony Liesal berjanji akan menindaklanjuti aspirasi tersebut kepada pimpinan daerah.

“Basudara dong intinya menolak, jadi saya akan sampaikan keputusan ini kepada pimpinan dolo baru nanti kami informasikan kepada bapak-bapak kembali,” jelas Kadishub singkat.

Berdasarkan aspirasi yang diterima media ini, ada 6 poin tuntutan yang disampaikan puluhan sopir angkot:

1. Pembagian jalur tidak ada terminal.
2. Semua sopir menolak untuk pembagian jalur.
3. Harus membuat sosialisasi dengan pemilik mobil dan sopir angkot.
4. Harus sosialisasi dengan masyarakat setempat.
5. Pastikan ada kesepakatan sama sopir angkut dengan majikan tentang storan sopir dalam pembagian jalur.
6. Semua sopir angkut menolak untuk pembagian jalur.

Para sopir menegaskan, sebelum ada terminal yang jelas, sosialisasi menyeluruh kepada pemilik mobil, sopir, dan masyarakat di wilayah Wara, Perumahan Rakyat dan Kampus serta kesepakatan soal setoran dengan pemilik mobil, mereka tetap menolak pembagian jalur.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dishub Kepulauan Aru, Benony Liesal, kepada media ini di ruang kerjanya, Kamis (15/10/2026), mengaku optimistis trayek baru ini akan berjalan efektif untuk melayani masyarakat yang selama ini tidak terlayani.

“Iya, jadi maksud dari membuat trayek ini terkait dengan masyarakat yang selama ini tidak dilayani, seperti Wara, Perumahan Rakyat, maupun di Cabang 4, kampus. Dengan adanya pembagian trayek reguler ini otomatis yang biasanya masyarakat naik ojek Rp10.000 mungkin bisa berkurang, naik mobil jadi Rp5.000. Mungkin itu tujuan yang utama,” ucapnya.

Dikatakan, untuk memastikan kebijakan berjalan, Dishub telah melakukan sosialisasi hingga ke tingkat RT dan melakukan rapat bersama pemilik kendaraan sebanyak tiga kali.

Pihaknya mencatat saat ini terdapat 107 angkutan umum yang terdata, dengan 70 hingga 80 unit yang aktif melayani. Sisanya masih dalam perbaikan.

“Agar tertib, setiap kendaraan akan diberi label khusus sesuai trayeknya, yakni Kode A, B, dan C, serta dilengkapi stiker tanda khusus izin operasi dari Dishub,” ungkap Liesal.

Kadishub menjelaskan, Kode A dengan rute Pelabuhan-Rombengan-Bambu Kuning-Tugu Cendrawasih-Sipur/Marbali (Jika Ada)-Puncak-Cabang 4-Hotel Apex-Kampus Unpatti-SMA N 1-Cabang 4-Perkantoran-RSUD Cendrawasih PP (Tidak Masuk Wara/Dewan Lama).

Kemudian Kode B dengan rute Pelabuhan-Rombengan-Bambu Kuning-Tugu Cendrawasih-Sipur/Marbali (Jika Ada)-Puncak-Perkantoran-RSUD Cendrawasih PP (Tidak Masuk Wara/Dewan Lama dan Tidak Masuk Cabang 4).

Sedangkan Kode C yakni Pelabuhan-Dok-Radio Pata-SMP N 1-Wara-Perkantoran-Perumahan Rakyat-Pengadilan-Penginapan Revans-RSUD Cendrawasih PP.

Khusus Trayek C, Dishub menerapkan sistem rotasi yang adil. Setiap minggu akan ada 5 mobil yang melayani rute Wara, dan minggu berikutnya diganti dengan 5 mobil lainnya.

“Jadi semua dapat, karena dari pengusaha berpikir sebelumnya penumpang tidak ada. Tapi kita sampaikan bahwa kalau sudah ada reguler 1-2 bulan orang sudah tahu, orang tidak akan naik ojek, pasti naik yang murah,” pungkasnya.

Exit mobile version