Dobo, Beritajar.com: Enam kepala marga bersama masyarakat Desa Marlasi, Kecamatan Aru Utara, Kabupaten Kepulauan Aru, menggelar ritual turun adat di kawasan pasir timbul Pulau Jedan, sebelum melaksanakan kegiatan bamolo atau menyelam untuk mencari udang, teripang, siput, dan berbagai hasil laut lainnya.
Ritual adat yang berlangsung pada Selasa (20/10/2026), sekitar pukul 12.15 WIT tersebut merupakan bagian dari tradisi leluhur masyarakat Marlasi yang tetap dijaga dan dilestarikan.
Kegiatan ini juga mendapat pengamanan langsung dari Kapolsek Marlasi, IPDA La Ali, bersama personelnya.
Sebanyak kurang lebih 50 orang yang terdiri dari personel Polsek Marlasi, enam kepala marga, tokoh adat, serta masyarakat Desa Marlasi mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Enam kepala marga yang melaksanakan ritual turun adat itu masing-masing Ismail Watafuhan, Tabakai Bersigaway, Moce Wamona, Sali Mahwil, Salasa Wamir, dan Tito Waitaby.
Dalam prosesi tersebut, para tokoh adat menurunkan sejumlah perlengkapan adat ke laut di kawasan pasir timbul Pulau Jedan. Perlengkapan itu berupa piring berisi tembakau, pinang, uang gobang, dan emas, satu buah gong, serta empat bendera putih yang diikatkan pada bambu kecil berdaun.

Prosesi ini menjadi bagian dari pelaksanaan adat sebelum masyarakat memulai aktivitas bamolo untuk memperoleh hasil laut di kawasan tersebut.
Sebelum tiba di lokasi ritual, pada pukul 10.00 WIT, Kapolsek Marlasi bersama anggota, rombongan tokoh adat, dan masyarakat bertolak dari pelabuhan Desa Marlasi menggunakan satu unit motor laut menuju pasir timbul Pulau Jedan. Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 12.15 WIT.
Setelah seluruh rangkaian turun adat selesai, selanjutnya rombongan kembali menuju Desa Marlasi.
Kapolsek Marlasi IPDA La Ali menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan adat berjalan tertib dan aman, sekaligus memberikan rasa nyaman kepada para tokoh adat dan masyarakat yang mengikuti prosesi tersebut.
“Saya berharap tradisi turun adat yang diwariskan para leluhur dapat terus dipertahankan oleh generasi penerus, sehingga nilai-nilai budaya masyarakat Marlasi tetap hidup dan menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat,” ucapnya saat dihubungi media ini.
Menurutnya, keterlibatan kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya lokal serta upaya mempererat hubungan antara Polri, tokoh adat, dan masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua Bhayangkari Ranting Marlasi, Ny. Nurul La Ali, Sekretaris Desa Marlasi, Sofyan Watafuhan, Kaur Desa, Sarleka Mahwil serta tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan masyarakat Desa Marlasi.
Pengamanan kegiatan dipimpin Kapolsek Marlasi dengan melibatkan AIPDA Franky Beresaby selaku Kanit Provos, AIPDA M. Wakasala, AIPDA P. Masela selaku Bhabinkamtibmas Desa Marlasi, serta BRIPTU Aljun dari unit intelijen Polsek Marlasi.






