Dobo, Beritajar.com: Kepala Sekolah SD Negeri Jursiang, Yanes Palpialy, membantah tudingan bahwa pihaknya meliburkan sekolah selama sepekan tanpa alasan jelas. Ia menegaskan penutupan aktivitas belajar bukan karena ditinggalkan, melainkan karena guru sedang mengikuti agenda resmi kedinasan di Dobo.
Klarifikasi itu disampaikan Palpialy kepada media ini, Kamis (15/10/2026) di Dobo, menanggapi pemberitaan SDN Jursiang, Kecamatan Aru Utara Timur, yang disebut lumpuh dan ditutup sepihak.
“Bahwa sekolah diliburkan selama sepekan itu tidak benar. Bukan berbulan-bulan,” tegasnya.
Palpialy menjelaskan, saat ini para guru SDN Jursiang sedang berada di Dobo untuk mengikuti sejumlah kegiatan resmi. Pertama, sekolahnya bersama SD Kristen Kaben dan 34 sekolah lainnya di Aru Utara Timur menerima Dana BOS Kinerja Terbaik Tahun 2026 dari Kementerian.
“Kami SD Negeri Jursiang dengan SD Kristen Kaben dapat Dana Bos Kinerja Terbaik 2026. Jadi kami sementara di Dobo bergabung dengan beberapa sekolah, ada 36 sekolah, masuk di gugus tiga. Pelaksanaannya tanggal 21, 22, 23,” jelasnya.
Kegiatan kedua, dirinya bersama satu guru lainnya sedang mengikuti seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
“Jadi beta dengan yang satu sementara di sini (Dobo), beberapa bulan ini karena kami ikut seleksi kepala sekolah. Kemarin baru selesai,” ujarnya.
Ia menyebutkan, SDN Jursiang sebenarnya memiliki 6 tenaga pendidik. Dua orang termasuk dirinya berada di Dobo untuk seleksi kepala sekolah, sementara 4 orang lainnya mengikuti kegiatan gugus dan pelatihan lainnya.
“Artinya di Dobo ini bukan kita tinggalkan sekolah untuk main-main atau urus pribadi, tapi benar-benar ada kegiatan,” katanya.
Kepsek juga mengungkapkan alasan mereka bertahan di Dobo atas arahan Dinas Pendidikan. Pasalnya, proses seleksi dan pengurusan BOS Kinerja membutuhkan akses internet yang stabil untuk upload data.
“Dari dinas bilang jangan keluar dari Kota Dobo dulu, karena ketika ada informasi dari kementerian harus cepat urus lalu di-upload. Kalau di kampung jaringan mati, PLN juga sering mati, kasihan,” ungkapnya.
Terkait masa jabatannya sebagai kepala sekolah yang SK-nya berakhir September 2026 dan masih menunggu perpanjangan, Palpialy mengaku khawatir akan berdampak pada pelayanan kepada siswa, terutama menjelang ujian dan pengelolaan data sekolah.
“Sebagai PLT yang sudah habis masa, diperpanjang atau tidak kita tidak tahu. Tapi kalau diperpanjang ya syukur. Yang kita pikirkan dampaknya ke murid dan data-data sekolah,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, SDN Jursiang dilaporkan libur sepekan tanpa kejelasan dan dikeluhkan siswa. Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Aru menyatakan akan memanggil kepala sekolah untuk klarifikasi dan menelusuri kehadiran guru di lapangan.

