Dugaan Kekerasan 4 ABK di Laut Aru Terungkap, Korban Kini Berada di Dobo

oleh -

Dobo, Beritajar.com: Dugaan kekerasan terhadap empat Anak Buah Kapal (ABK) KM Maulana 23 di wilayah perairan Kepulauan Aru terungkap setelah beredarnya video dugaan penganiayaan di atas kapal tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini pada Jumat (2/10), empat korban telah tiba di Dobo pada Rabu, 30 September 2026 dan menjalani pemeriksaan serta pengambilan keterangan di Mako Polres Kepulauan Aru.

Para korban juga mendapat pemeriksaan medis di RSUD Cenderawasih Dobo.

Empat korban tersebut yakni Oktavian Maghreza Raihan Tsani alias Okta (28), Johan Saputra (34), Bawal Suswono alias Babe (65), dan Ilyas (24).

Informasi yang diperoleh menyebutkan para korban mengalami sejumlah luka. Ilyas disebut mengalami luka bakar pada tangan, luka lepuh di dada, serta bengkak pada mata.

Selanjutnya, Okta mengalami sejumlah memar dan dugaan cedera pada rusuk. Johan mengalami lebam pada mata dan luka lepuh pada telinga, sementara Babe mengalami pembengkakan pada wajah.

KM Maulana 23 diketahui berlayar dari Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, menuju Merauke, Papua Selatan, dan diduga sempat berada di wilayah perairan Kepulauan Aru.

Dalam informasi yang masih didalami, dugaan kekerasan tersebut disebut berkaitan dengan persoalan target tangkapan cumi. Namun, motif dan kronologi lengkap masih menunggu hasil penyelidikan aparat.

Saat ini KM Maulana 23 masih dalam perjalanan menuju Dobo dan disebut mendapat pengawalan Kapal Pengawas Perikanan Hiu Macan. Kapal tersebut direncanakan tiba di Dobo pada Sabtu, 3 Oktober 2026, dengan waktu kedatangan masih tentatif.

Kasus tersebut diinformasikan telah ditangani Satreskrim Polres Kepulauan Aru, dengan koordinasi bersama pihak terkait. Informasi yang beredar juga menyebut adanya pendalaman dugaan TPPO.

Hingga berita ini disiarkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Kepulauan Aru mengenai kronologi lengkap, pihak yang diduga terlibat, maupun status hukum perkara.