Dobo, Beritajar.com: Pesona alam dan kearifan lokal Kepulauan Aru kembali menarik perhatian wisatawan mancanegara. Sebanyak 11 pelancong yang terdiri dari 10 wisatawan mancanegara dan satu warga negara Indonesia mengunjungi Kepulauan Aru untuk menikmati keindahan alam, kehidupan masyarakat pesisir, serta kekayaan budaya daerah tersebut.
Rombongan menggunakan kapal Youth Katheria dan tiba di Pelabuhan Yos Sudarso Dobo, Minggu (27/9/2026). Kedatangan mereka disambut dengan Tari Mata Aru yang dibawakan siswa-siswi SMP Negeri Gwamar Dobo.
Usai penyambutan, rombongan melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi pasar tradisional Dobo dan Tugu Cenderawasih, sebelum meneruskan perjalanan menuju Benjina.
Berdasarkan daftar penumpang, 10 wisatawan mancanegara tersebut berasal dari Australia, Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat. Mereka yakni Michelle, Eva Schonstein, Elizabeth Hepburn, Penelope Tomkinson, Laurence Phelps Wilson, dan Fiona Christine Stewart dari Australia; Andrew Tilman dari Inggris; Barry G. Tomkinson dari Prancis; serta Maureen N. Wilson dan Ian Stewart dari Amerika Serikat.
Sementara satu warga negara Indonesia dalam rombongan tersebut adalah Herodion Was.
Perjalanan wisata kemudian berlanjut pada Senin (28/9/2026) menuju Desa Lorang, Kecamatan Aru Tengah. Desa tersebut menjadi salah satu tujuan penting karena memiliki kekayaan alam berupa kawasan mangrove, pesisir, hutan dan keanekaragaman hayati, sekaligus kehidupan masyarakat yang masih kuat dengan kearifan lokal.
Salah satu putra Lorang sekaligus tokoh masyarakat dan pencinta lingkungan, Mika Ganobal, menyampaikan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara ke Lorang menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan potensi desa kepada dunia.
Menurutnya, Lorang tidak sekadar menjadi tempat persinggahan wisatawan, tetapi memiliki kekayaan alam dan kehidupan masyarakat yang dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata yang berkesan.
“Di Lorang, para wisatawan dapat melihat secara langsung kehidupan masyarakat pesisir yang hidup berdampingan dengan alam, menikmati keindahan kawasan mangrove dan pesisir, serta mengenal berbagai kearifan lokal yang diwariskan masyarakat dari generasi ke generasi,” katanya dalam rilisnya yang diterima media ini, Senin (28/09).
Kunjungan 11 pelancong tersebut, lanjut Mika sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi wisata alam dan budaya Kepulauan Aru secara lebih luas, sekaligus membuka ruang interaksi antara masyarakat lokal dan wisatawan dari berbagai negara.
Kekayaan Kepulauan Aru tidak hanya berada di laut, tetapi juga mencakup kawasan mangrove, hutan, pesisir, keanekaragaman hayati, serta kehidupan masyarakat dan budaya lokal yang menjadi bagian penting dari identitas daerah.
Kunjungan wisatawan mancanegara ini diharapkan semakin memperkenalkan Aru sebagai salah satu wilayah dengan potensi wisata alam dan budaya yang dapat dinikmati sekaligus dijaga keberlanjutannya.
“Selamat datang di Aru. Selamat datang di Lorang. (Welcome to Aru, welcome to Lorang), ucap Ganobal.

