Dobo, Beritajar.com: Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Maluku menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Daerah (Fasda) BOSP Kinerja Tahun 2026 untuk memastikan dana bantuan sekolah dikelola secara tepat sasaran dan akuntabel.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 17 hingga 19 September 2026, bertempat di SMP Negeri 1 Dobo, dan diikuti sebanyak 14 peserta.
Sekretaris Disdikbud Kepulauan Aru, Jadi Wibowo kepada media ini, Kamis (17/09/2026) usai membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa bimtek ini merupakan tahap kedua setelah sebelumnya digelar di Ambon.
“Tadi intinya itu penguatan kendali. Kemarin kan ada kegiatan bimtek di Ambon, sekarang itu tahap kedua. Penguatan pengelolaan BOS Kinerja, manfaat BOS Kinerja untuk apa, dan untuk pendampingan,” ucapnya.
Wibowo menjelaskan, dana BOS Kinerja saat ini sudah masuk ke rekening sekolah penerima, namun juknis penggunaannya dalam Permendikdasmen Nomor 8 tentang penggunaan BOS belum nampak secara rinci. Yang ada baru afirmasi reguler, afirmasi kinerja, dan afirmasi ekonomi, sementara BOS Kinerja belum ada.
Oleh karena itu, pelatihan ini difokuskan untuk mencetak fasilitator yang akan mendampingi kepala-kepala sekolah penerima BOSP Kinerja agar tidak salah sasaran.
Menurutnya, BOS Kinerja hanya diberikan kepada sekolah yang menjalankan program prioritas Kementerian. Ada 9 program prioritas yang menjadi indikator penilaian.
“Jadi ada 9 program. Ada Wajib Belajar 13 Tahun, ada Pendidikan Holistik, ada MBG (Makan Bergizi Gratis), ada 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, dan lainnya. Jadi sekolah yang melaksanakan program-program prioritas itu yang mendapatkan kinerja,” jelas Wibowo.
Ditambahkan pula, sekolah yang melaksanakan 2 sampai 3 dari 9 item tersebut, misalnya rutin melaksanakan doa bersama setiap Senin, upacara, senam olahraga, dan mengupload aktivitas 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di platform, maka akan dinilai dan berhak mendapatkan BOS Kinerja.
Terkait peserta, Wibowo merinci peserta yang ikut bukanlah kepala sekolah, melainkan para Fasda yang sudah dilatih sebelumnya di Ambon dan lolos tes online.
“Tadi yang ikut itu bukan sekolah, tapi fasilitator yang sudah dilatih kemarin di Ambon, tesnya online. Jadi yang tembus beberapa orang, tadi ada sekitar 14 peserta, tambah satu Fasnas dari provinsi,” katanya.
Olehnya, dirinya berharap setelah mendapat penguatan ini, para Fasda dapat memberikan bimbingan maksimal kepada sekolah-sekolah.
“Mekanisme BOS Kinerja seperti apa, kita berharap setelah dapat penguatan ini bisa memberikan bimbingan agar pengelolaan BOS Kinerja bisa tepat sasaran dan akuntabilitasnya terjaga. Itu yang paling penting,” pungkas Wibowo.

