Dobo, Beritajar.com: Sebanyak 42 guru SMP Negeri 2 Dobo mengikuti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Tahun Anggaran 2026-2027 yang digelar di Aula SMP Negeri 2 Dobo, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para guru untuk menyamakan persepsi dalam penyusunan dan pengembangan perangkat pembelajaran pada setiap mata pelajaran.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru, Laban Kailey, dalam arahannya menekankan pentingnya MGMP sebagai ruang musyawarah bagi guru untuk menyelaraskan pemahaman terkait perangkat pembelajaran.
Menurutnya, penyusunan perangkat pembelajaran tidak hanya sebatas memenuhi administrasi pendidikan, tetapi harus mampu mendukung proses pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
Kailey juga mendorong setiap guru memiliki keberanian dan kreativitas untuk mendesain perangkat pembelajaran yang berbasis teknologi informasi (IT).
“Perlu ada keberanian setiap guru untuk mendesain perangkat pembelajaran yang berbasis IT,” demikian penekanan dalam arahannya.
Ia menambahkan, perangkat pembelajaran yang telah disusun nantinya tidak berhenti pada tahap perencanaan. Implementasinya di dalam proses pembelajaran juga akan menjadi bagian dari evaluasi melalui Supervisi Akademik.
Supervisi Akademik tersebut direncanakan berlangsung pada akhir September 2026. Evaluasi ini diharapkan dapat melihat sejauh mana perangkat pembelajaran yang telah dibuat dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.
Kegiatan MGMP ini dibuka dan dihadiri oleh Kepala SMP Negeri 2 Dobo serta Ketua Komite SMP Negeri 2 Dobo. Sebanyak 42 guru mengikuti kegiatan tersebut sebagai peserta.
Melalui kegiatan MGMP, para guru diharapkan dapat meningkatkan kolaborasi, menyamakan persepsi, serta terus berinovasi dalam menyusun perangkat pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan pendidikan dan perkembangan teknologi.

