Dobo, Beritajar.com: Dua siswa bersaudara asal Kepulauan Aru, Maluku, Zhakir dan Lativa, menyampaikan harapan kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI melalui cara sederhana namun penuh makna. Pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026), keduanya melepas dua perahu kecil berbahan gabah ke laut.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk harapan agar pemerintah pusat dapat mendengar aspirasi anak-anak yang tinggal di wilayah kepulauan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Perahu kecil itu bukan sekadar karya sederhana. Pada bagian layar ditempel foto Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, sementara di badan perahu dituliskan pesan yang menggambarkan kondisi serta harapan mereka terhadap kemajuan pendidikan dan pembangunan di Kepulauan Aru.
Usai menuliskan pesan, Zhakir dan Lativa membawa perahu tersebut ke pantai. Dengan penuh hati-hati, keduanya kemudian melepaskan perahu gabah itu ke laut hingga perlahan bergerak menuju laut lepas.
Setelah perahu dilepas, keduanya berdiri tegak dan memberikan penghormatan. Pemandangan sederhana itu menjadi simbol bahwa dari wilayah kepulauan yang jauh dari pusat pemerintahan, masih ada anak-anak yang menyimpan harapan besar kepada negara.
Dalam pesan yang ditulis pada perahu tersebut, mereka menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dirasakan anak-anak di daerah, terutama terkait fasilitas pendidikan dan konektivitas.
“Pak Presiden, Pak Wapres. Kami di Aru ingin sekolah yang layak, jalan yang bagus, ada kapal laut, ada internet dan buku. Kami ingin sekolah seperti anak-anak di kota. Tolong ingat kami ya Pak, meskipun pesan ini lewat perahu kecil,” tulisnya.
Pesan itu menggambarkan keinginan sederhana agar anak-anak di Kepulauan Aru memperoleh kesempatan pendidikan dan fasilitas yang setara dengan anak-anak di wilayah perkotaan.
Keterbatasan fasilitas pendidikan, kondisi akses jalan, minimnya kapal penghubung antarpulau, sulitnya jaringan internet hingga keterbatasan buku menjadi bagian dari persoalan yang mereka titipkan melalui perahu kecil tersebut.
Bagi Zhakir dan Lativa, perahu gabah itu menjadi simbol harapan. Mereka berharap pesan sederhana dari pesisir Kepulauan Aru tersebut dapat sampai kepada para pemimpin bangsa dan menjadi perhatian dalam pembangunan ke depan.
Aksi kedua siswa itu juga menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan berbagai perlombaan. Bagi anak-anak di wilayah kepulauan, kemerdekaan juga berarti mendapatkan pendidikan yang layak, akses transportasi yang memadai, konektivitas internet serta kesempatan yang sama untuk meraih masa depan.
Perahu kecil yang dilepas ke laut itu pun membawa pesan besar: anak-anak Aru ingin diperhatikan dan merasakan kemerdekaan secara nyata, sebagaimana anak-anak Indonesia lainnya.
Dari ujung timur Indonesia, suara itu berlayar bersama harapan agar pembangunan nasional benar-benar dirasakan secara adil hingga ke pulau-pulau terluar negeri.

