Dobo, Beritajar.com: PT Pelni Cabang Dobo terus mengintensifkan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan kapal pengganti KM Labobar yang dijadwalkan menjalani doking pada akhir Juli 2026.
Hingga kini, meski berbagai upaya telah dilakukan, belum ada kepastian maupun rekomendasi dari pemerintah pusat terkait kapal pengganti yang akan melayani rute menuju Kabupaten Kepulauan Aru.
Hal tersebut disampaikan Kepala Cabang PT Pelni Dobo, Idham Fajar Gemilang, kepada wartawan usai kegiatan sosialisasi Pelni Mobile di Terminal Penumpang Pelabuhan Yos Sudarso Dobo, Jumat (3/7/2026).
Idham mengatakan, selain telah menyampaikan surat kepada kantor pusat PT Pelni, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru. Bahkan, Bupati Aru telah diminta membantu melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut guna mempercepat penetapan kapal pengganti.
“Kemarin kami sudah berkoordinasi dan juga telah bersurat kepada Pak Bupati untuk meminta bantuan berkoordinasi dengan Dirjen Perhubungan. Respons Bupati sangat positif, namun sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi balik ataupun rekomendasi terkait kapal pengganti KM Labobar,” ujar Idham.
Menurutnya, Pelni Dobo bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru telah melakukan berbagai langkah maksimal agar pelayanan transportasi laut bagi masyarakat tetap terjamin selama KM Labobar menjalani doking.
Ia menjelaskan, kebutuhan kapal pengganti sangat mendesak karena KM Labobar merupakan satu-satunya kapal yang melayani rute dari wilayah barat menuju Indonesia Timur, khususnya Kabupaten Kepulauan Aru.
“Usaha kami dari Pelni Dobo maupun Pemerintah Daerah sudah maksimal terkait kapal pengganti. Mengingat dari arah barat ke Indonesia Timur, khususnya Kabupaten Kepulauan Aru, hanya KM Labobar saja,” katanya.
Idham mengaku prihatin terhadap masyarakat yang akan terdampak apabila tidak tersedia kapal pengganti. Menurutnya, keterbatasan armada akan menyulitkan warga yang hendak bepergian maupun mengangkut kebutuhan logistik.
“Kasihan juga masyarakat kita yang mau bepergian, tetapi transportasi laut saat ini sangat terbatas,” ungkapnya.
Karena itu, ia berharap Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama manajemen PT Pelni pusat dapat segera mengambil keputusan terkait penempatan kapal pengganti, sehingga konektivitas transportasi laut menuju Kepulauan Aru tetap terjaga dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Diketahui, KM Labobar dijadwalkan menjalani doking pada akhir Juli 2026. Namun hingga awal Juli ini, belum ada kepastian mengenai kapal yang akan menggantikan operasionalnya untuk melayani rute menuju Kabupaten Kepulauan Aru.

