Site icon BeritaJar

Gainau Tegaskan Penanganan Stunting di Aru Butuh Sinergi, Program GENTING Libatkan Semua Elemen

Dobo, Beritajar.com: Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru terus memperkuat komitmennya dalam upaya percepatan penurunan angka stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Komitmen tersebut ditunjukkan dengan penyerahan paket bantuan secara simbolis oleh Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel kepada empat keluarga berisiko stunting di Kecamatan Pulau-Pulau Aru usai upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di halaman Kantor Bupati Kepulauan Aru, Senin (29/6/2026).

Dalam penyerahan bantuan tersebut, Bupati didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang turut menyerahkan bantuan kepada para penerima sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap pemenuhan gizi keluarga berisiko stunting.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kepulauan Aru, Aris Gainau di sela-sela kegiatan menjelaskan bahwa Program GENTING bertujuan mendukung percepatan penurunan stunting melalui keterlibatan berbagai pihak, khususnya dalam memberikan bantuan langsung kepada anak-anak dari keluarga berisiko stunting.

“Bantuan yang diserahkan secara simbolis hari ini selanjutnya akan disalurkan langsung kepada anak asuh dari keluarga berisiko stunting di seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Aru. Jadi bukan hanya di Kecamatan Pulau-Pulau Aru, tetapi mencakup seluruh kecamatan,” ujarnya.

Menurut Aris, Program GENTING merupakan inisiatif dari BKKBN yang menghadirkan konsep orang tua asuh sebagai bentuk gotong royong dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan keluarga sasaran.

Para orang tua asuh dalam program ini berasal dari berbagai unsur, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, camat, lurah, aparatur sipil negara (ASN), hingga berbagai elemen masyarakat lainnya yang secara sukarela memberikan dukungan kepada keluarga berisiko stunting.

Ia menegaskan bahwa persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu instansi, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

“Program ini sengaja dirancang untuk membangun kolaborasi, gotong royong, dan integrasi program antar-OPD, dunia usaha melalui program CSR, instansi vertikal, hingga komunitas masyarakat sehingga intervensi yang dilakukan lebih efektif dan tepat sasaran,” jelasnya.

Program GENTING menyasar keluarga berisiko stunting, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, serta keluarga dengan kondisi ekonomi rentan. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga bersifat edukatif untuk meningkatkan status gizi dan kesehatan keluarga penerima.

Gainau mengakui Kabupaten Kepulauan Aru masih menjadi salah satu daerah dengan angka stunting yang relatif tinggi sehingga membutuhkan perhatian dan keterlibatan semua pihak.

Dirinya berharap Program GENTING mampu meningkatkan kepedulian sosial masyarakat sekaligus mempercepat penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Kepulauan Aru melalui semangat kebersamaan.

“Harapan kami, semakin banyak pihak yang menjadi orang tua asuh sehingga semakin banyak pula keluarga yang mendapat pendampingan dan bantuan. Dengan kolaborasi semua elemen, kita optimistis angka stunting di Kabupaten Kepulauan Aru dapat ditekan secara bertahap,” harap Gainau.

Kadis DPPKB Aru juga berpesan kepada seluruh orang tua penerima manfaat agar memanfaatkan bantuan yang diberikan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak serta aktif mengikuti pendampingan dari petugas kesehatan demi mewujudkan generasi Aru yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Exit mobile version