Dapur MBG Benjina Disasi, BGN Aru Tegaskan Masih Jadi Tanggung Jawab Investor

oleh -

Dobo, Beritajar.com: Program pembangunan dapur untuk mendukung pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Benjina, Kabupaten Kepulauan Aru, menghadapi kendala setelah bangunan tersebut di sasi dan belum dapat dioperasikan.

Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kepulauan Aru, Jordan Samloy, menegaskan bahwa pihaknya belum memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan terkait persoalan tersebut karena bangunan masih menjadi tanggung jawab investor.

Kepada wartawan, Rabu (3/6/2026), Jordan menjelaskan bahwa BGN baru memiliki kewenangan penuh terhadap dapur MBG setelah fasilitas tersebut resmi beroperasi. Selama proses pembangunan berlangsung, seluruh tanggung jawab masih berada di tangan investor yang memenangkan tender pembangunan.

“Beta selaku koordinator wilayah tidak bisa mengambil keputusan karena bangunan itu merupakan bangunan BGN yang masih dalam tahap pembangunan. Kami hanya melakukan pemantauan dan pengawasan. Kalau belum operasional, itu masih menjadi kewenangan dan tanggung jawab investor,” ujarnya.

Menurutnya, pihak BGN telah meninjau langsung kondisi bangunan saat melintas di Benjina dan menemukan bahwa lokasi tersebut memang sedang di sasi. Informasi yang diterimanya menyebutkan bahwa persoalan tersebut diduga berkaitan dengan belum dibayarkannya upah pekerja oleh pihak investor.

Jordan mengaku telah menyampaikan kondisi tersebut kepada pimpinan BGN untuk ditindaklanjuti. Namun, ia menegaskan bahwa langkah penyelesaian teknis berada di luar kewenangan BGN daerah selama proyek belum diserahterimakan untuk operasional.

“Saya sudah mencoba menyampaikan persoalan ini kepada pimpinan untuk mendapatkan tindak lanjut. Nanti kalau ada perkembangan lebih lanjut akan kami informasikan,” katanya.

Saat ditanya mengenai pihak yang melakukan sasi terhadap bangunan tersebut, Jordan mengaku memperoleh informasi bahwa tindakan itu diduga dilakukan oleh pihak CV Cendana. Meski demikian, ia meminta agar konfirmasi lebih lanjut dilakukan langsung kepada perusahaan terkait karena mereka memiliki kewenangan untuk menjelaskan persoalan tersebut.

Jordan menjelaskan bahwa pembangunan dapur MBG di Benjina merupakan satu paket proyek dengan pembangunan dapur MBG di kawasan Perumahan Rakyat, dekat SMP Gwamar Dobo. Kedua fasilitas tersebut dibangun di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru yang telah dihibahkan kepada BGN.

Ia menerangkan bahwa setelah lahan dihibahkan, BGN membuka proses tender kepada perusahaan yang bertugas membangun fasilitas dapur tersebut. Dari informasi yang diterimanya, progres pembangunan yang mendekati 60 persen baru tercapai pada lokasi Perumahan Rakyat, sementara pembangunan di Benjina masih menghadapi hambatan.

“Pembangunan dapur MBG itu berada di atas lahan Pemda yang telah dihibahkan kepada BGN. Setelah itu BGN membuka tender untuk perusahaan yang membangun fasilitas tersebut. Untuk skema dan persoalan lebih lanjut, sebaiknya ditanyakan langsung kepada CV Cendana karena itu kewenangan mereka untuk menjawab,” tutup Jordan.

Kendala yang terjadi di Benjina berpotensi mempengaruhi percepatan operasional program MBG di wilayah Kepulauan Aru. Meski demikian, BGN memastikan tetap melakukan pemantauan sambil menunggu penyelesaian persoalan antara investor dan pihak terkait agar fasilitas tersebut dapat segera difungsikan untuk mendukung program makan bergizi bagi masyarakat.