Dobo, Beritajar.com: Perempuan Adat Aru (PAA) atau Konar Jar memperingati Hari Lahir Pancasila 2026 dengan menggelar aksi damai di Tugu Cendrawasih Dobo, Sabtu (1/6/2026).
Aksi diisi dengan pembersihan area tugu, pembagian setangkai mawar kepada pengguna jalan, serta penjualan bazar es.
Ketua Perempuan Adat Aru, Serlota Siarukin, menegaskan aksi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap negeri dan pengingat bahwa Pancasila adalah pemersatu bangsa.
“Hari ini 1 Juni 2026 merupakan Hari Lahir Pancasila. Kami melakukan aksi terkait 5 dasar Pancasila itu sendiri. Karena kalau kita melihat peristiwa-peristiwa yang terjadi di bumi jargaria ini, sudah banyak yang lupa Pancasila,” ujarnya kepada wartawan.
Menurutnya, lima sila dalam batang tubuh Pancasila mempersatukan seluruh generasi Indonesia. Karena itu, Konar Jar hadir untuk menyuarakan kebenaran dan kedamaian.
“Mungkin organisasi ini dipandang sebelah mata, tapi Beta mau sampaikan bahwa organisasi ini benar-benar hadir untuk melindungi seluruh masyarakat di bumi jargaria,” tegasnya.
Siarukin menambahkan, semangat Pancasila adalah pengerjaan serta perjuangan untuk mencari karya merdeka. “Dengan semangat Pancasila, mari kita jaga negeri ini,” katanya.
Sementara itu, salah satu anggota Konar Jar, Halati Mangar, menyebut aksi yang dilakukan bukan sekadar seremonial. Selain membersihkan lingkungan Tugu Cendrawasih, mereka ingin menanamkan kembali makna 5 sila melalui tindakan nyata.
“Kami lakukan ini merupakan bukti cinta kami terhadap negeri ini. Bukan hanya bersih-bersih, tapi juga mengajak masyarakat mengamalkan butir-butir Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut menyadarkan masyarakat bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah. “Mari bertoleransi, berempati, cinta tanah ini, bermusyawarah, dan bergotong royong. Salam Sita Ekatu,” ucap Mangar.
Sebar Pesan Perdamaian Lewat Pamflet
Terpantau, sejumlah pamflet dibawa anggota Konar Jar dalam aksi tersebut. Beberapa tulisan yang terbaca antara lain:
“Pancasila adalah Pondasi menuju Indonesia damai dan maju, Perempuan Adat Aru/Konar/Odar/Rar Aru”
“Mima Taparong Tajaga Jar On Sitakaka Walike Sita Eka Tu, serta Mari Amalkan Butir-butir Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Selamat Hari Pancasila”.
Selain itu, dalam pamflet yang ditampilkan, Konar Jar juga menjabarkan makna 5 sila Pancasila dengan bahasa membumi:
1. Toleransi: Boleh beda agama, tapi kita tetap rukun.
2. Empati: Hormati hak orang lain dan tolong orang lain.
3. Cinta Tanah Air: Jaga nama baik bangsa, jangan pecah karena beda suku, dan bangga sebagai BI.
4. Musyawarah: Masalah kelompok harus segera diselesaikan bersama-sama, bukan pakai otot.
5. Gotong Royong: Kerjakan pekerjaan secara bersama, dan orang berada harus bantu orang tidak berada.
Aksi Perempuan Adat Aru ini mendapat respons positif dari pengguna jalan. Banyak pengendara yang melintas menerima setangkai mawar sambil mengacungkan jempol.
Kegiatan tersebut berlangsung tertib, aman, dan dikawal oleh personel Satlantas Polres Kepulauan Aru.

