Site icon BeritaJar

Warga Kecewa Anggota DPRD Jarang Ngantor, Tuntut Ketua DPRD Aru Bertindak

Dobo, Beritajar.com: Sejumlah warga Kepulauan Aru meluapkan kekecewaan terhadap anggota DPRD Aru yang dinilai malas hadir ke kantor dan tidak aktif menyuarakan aspirasi rakyat.

Keluhan ini muncul setelah warga mendatangi kantor DPRD pada Jumat (22/05/2026), namun tidak menemukan satu pun anggota dewan di tempat.

“Katong sebagai masyarakat mau ke kantor dewan saja anggota seng ada yang di kantor. Kira kira Katong yang orang kacil ini mau mengeluh par sapa kalo bukan mereka yang dipercayakan rakyat duduk di kantor tersebut,” ujar salah satu warga kepada wartawan yang tidak mau identitasnya disebutkan.

Menurut warga, kondisi ini menunjukkan anggota DPRD tidak layak menduduki kursi dewan. Mereka menilai wakil rakyat hanya hadir saat ada sidang atau agenda penting, sementara di hari biasa kantor dewan kosong.

“Kami menilai mereka ini tidak layak duduk disitu. Padahal mereka itu merupakan perpanjangan tangan rakyat Aru. Jangan mau sidang atau agenda penting baru datang di kantor. Lalu kalau tidak ada kegiatan tinggal di rumah saja. Ini namanya makan gaji buta,” tegasnya.

Keluhan tidak berhenti pada soal kehadiran. Warga juga menyoroti minimnya peran anggota DPRD dalam agenda-agenda penting seperti Rapat Dengar Pendapat atau RDP.

“Selain itu, dalam beberapa agenda penting seperti RDP juga tidak pernah bersuara untuk kepentingan masyarakat Aru. Yang penting datang dengar dan pulang,” ungkap warga lainnya.

Sejak dilantik, beberapa anggota DPRD disebut hanya beberapa kali terlihat di kantor. Sisanya tidak pernah hadir, sehingga masyarakat kesulitan menyampaikan keluhan langsung.

“Orang-orang yang tipe bagini periode berikutnya masyarakat jangan pilih mereka lagi,” kata warga.

Merespons situasi ini, warga mendesak Ketua DPRD Aru dan Sekretaris Dewan atau Sekwan segera mengevaluasi kinerja anggota dewan. Mereka khawatir jika dibiarkan, masyarakat yang akan menjadi korban.

“Olehnya, kami meminta ketua DPRD Aru atau Sekwan untuk melihat hal ini. Karena kalau dibiarkan bagini tarus, kita masyarakat yang jadi korban, kira-kira Katong mau pigi mengadu di sapa lai kalau bukan anggota DPRD,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pimpinan DPRD Kepulauan Aru terkait keluhan warga tersebut.

Exit mobile version