Dobo, Beritajar.com: Aksi saling serang pecah antara kelompok pemuda Kompleks Lorong Laser dan pemuda Kompleks Kampung Pisang di kota Dobo, Kepulauan Aru, Sabtu (9/5/2026) dini hari.
Insiden ini mengakibatkan seorang anggota Polri, Bripda Luis Rehayaan (23), mengalami luka tancap panah di bagian paha kanan saat mencoba melerai massa.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.45 WIT tersebut bermula dari ketegangan antar kelompok di depan kantor PT PLN Persero Cabang PP Aru.
Bripda Luis, yang terluka terpaksa dilarikan ke RSUD Cendrawasih Dobo untuk mendapatkan perawatan medis setelah anak panah yang dilepaskan salah satu oknum pemuda mengenai paha kanannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan dipicu oleh tindakan provokasi seorang pemuda dari Kompleks Laser bernama Rinto.
Dalam kondisi mabuk, Rinto mendatangi sekelompok pemuda Kompleks Kampung Pisang (Kampis) yang sedang menggunakan fasilitas Wi-Fi gratis di depan kantor PLN sambil membawa kayu dan menantang berkelahi.
Sempat dikejar oleh pemuda Kampis, Rinto kembali ke kompleknya dan memprovokasi rekan-rekannya dengan mengaku telah diserang.
Massa dari Lorong Laser yang tersulut emosi kemudian melakukan serangan balasan menggunakan batu, parang, hingga panah.
Personel Polsek Pulau-Pulau Aru yang berada di lokasi sebenarnya telah berupaya menghadang massa. Namun, serangan tetap terjadi hingga mengenai petugas kepolisian yang tengah bertugas di garis depan.
Merespons situasi tersebut, Kabag Ops Polres Kepulauan Aru memimpin personel gabungan untuk melakukan penyisiran di lokasi kejadian pada pukul 03.30 WIT.
Polisi berhasil mengamankan enam orang yang diduga terlibat dalam bentrokan tersebut, di antaranya RL (22), LL (25, JA (21) dan RR (23). Mereke berasal dari kelompok Lorong Laser. Sedangkan dari Kelompok Kampis yakni GN (21) dan MD (17).
Para terduga pelaku saat ini telah dibawa ke Mapolres Kepulauan Aru untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di kedua kompleks dilaporkan telah kondusif dan terkendali.
Pihak kepolisian tetap disiagakan di lokasi untuk mencegah aksi balasan serta memberikan imbauan kepada warga agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab.

