Dobo, Beritajar.com: Rencana besar masuknya investasi di sektor perikanan Kabupaten Kepulauan Aru kini tengah berada dalam fase pemantauan.
Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel mengungkapkan bahwa meski minat investor sangat tinggi, kondisi geopolitik global yang tidak menentu membuat para calon investor memilih langkah waspada atau wait and see.
Dua kekuatan besar yang telah menyatakan ketertarikan untuk menanamkan modal adalah investor asal Cina dan perusahaan nasional PT Cakra Mina Perkasa yang berbasis di Indramayu, Jawa Barat.
“Tentang kondisi global geopolitik dunia ini, mereka melihat sampai benar-benar ada arahnya mau ke mana, baru mereka mau datang berinvestasi,” ujar Bupati Timotius Kaidel kepada wartawan belum lama ini.
Menurut Bupati, situasi dunia yang masih memanas memberikan pengaruh langsung terhadap kepercayaan pengusaha. Ketidakpastian arah politik internasional serta gejolak harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi pertimbangan utama bagi para investor untuk tidak terburu-buru.
“Kondisi ini kan masih memanas terus dan ada gejolak tentang bahan bakar naik dan segala macam, ini kan kita tidak ada kepastian. Nah, ini yang membuat seluruh pengusaha mengambil langkah diam untuk sementara sampai menunggu kejelasan,” jelas Kaidel.
Meski sedang menunggu stabilitas global, rencana strategis para investor ini sudah mulai dipetakan. Investor asal Cina diketahui berencana mengembangkan infrastruktur perikanan yang komprehensif, mulai dari pembangunan jembatan hingga fasilitas cold storage (kolstori) berkapasitas besar.
Fasilitas ini disiapkan untuk menampung kapal tangkap dan kapal penampung dalam skala masif.
Terdapat dua lokasi utama yang dipertimbangkan, yaitu Area Belakang Wamar dan kawasan Benjina (bekas perusahaan Jayanti), yang kini dikenal sebagai kawasan Industri Perikanan Aru (IPA).
Sementara itu, PT Cakra Mina Perkasa fokus pada rencana pengoperasian kembali fasilitas perikanan di Benjina.
Perusahaan asal Jawa Barat tersebut berencana mengambil alih sekaligus menghidupkan kembali denyut industri di kawasan eks-Jayanti untuk mengoptimalkan hasil laut Aru.
Pemkab Aru berharap kondisi global segera menunjukkan titik terang agar kerja sama ini dapat segera terealisasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan daerah.

