Dobo, Beritajar.com: Direktur RSUD Cendrawasih Dobo, dr. Marthin R. Haurissa, Sp.PD.M.H., secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pasien terkait insiden ketidakpuasan pelayanan yang sempat viral di media sosial.
Pihak manajemen berjanji akan menjadikan kejadian ini sebagai momentum untuk memperbaiki etika komunikasi tenaga medis di rumah sakit tersebut.
Pernyataan ini disampaikan dr. Marthin saat ditemui wartawan di ruang kerjanya pada Selasa (14/4/2026). Ia mengakui adanya miskomunikasi antara petugas medis dan pasien yang memicu terjadinya konflik.
“Selaku pimpinan, saya menyampaikan permohonan maaf bahwa kejadian ini sudah terjadi. Saya tadi sudah bertemu dengan pihak keluarga, dan mereka bisa memahami itu serta mempercayakan kami untuk membantu memperbaiki rumah sakit ke depan,” ujar dr. Marthin.
Ia menegaskan bahwa peningkatan pelayanan bukan hanya tanggung jawab satu orang, melainkan harapan seluruh masyarakat Kepulauan Aru. Fokus perbaikan tidak hanya terbatas pada fasilitas dan ketersediaan obat, tetapi juga pada aspek non-teknis.
“Kami akan berusaha memperbaiki ini pelan-pelan. Harapan kita ke depan, pelayanan bisa lebih baik minimal dalam hal komunikasi, tutur kata, etika, dan sopan santun. Itu harus terbangun dengan baik untuk kenyamanan pasien,” ungkap Direktur.
Sebelumnya, RSUD Cendrawasih Dobo menjadi sorotan setelah seorang pasien mencurahkan kekecewaannya melalui unggahan di Facebook. Pasien yang mengaku menderita sakit lambung kronis tersebut merasa ditelantarkan saat meminta rawat inap.
Dalam unggahannya, pasien menceritakan bahwa ulu hatinya terasa sangat perih hingga sulit berjalan tegak.
Namun, setelah sempat ditawarkan rawat inap oleh perawat, ia justru diminta pulang dengan alasan penyakit lambung cukup ditangani dengan obat anti-nyeri dan ruangan harus disiapkan untuk pasien dengan kondisi lebih berat.
“Saya ke rumah sakit karena sudah tidak tahan rasa perih di ulu hati. Suster konfirmasi ke dokter, katanya tidak bisa terima rawat inap karena menjaga kemungkinan ada orang sakit berat (lain) yang tidak dapat ruangan. Lantas, saya ini bukan orang sakit?” tulis pasien tersebut dalam unggahannya.
Pasien mengaku pulang dalam kondisi masih menahan sakit yang luar biasa dan mempertanyakan fungsi pelayanan rumah sakit jika pasien yang sedang menderita tidak mendapatkan penanganan maksimal.
Dengan adanya pertemuan antara Direktur RSUD dan pihak keluarga hari ini, diharapkan ketegangan mereda dan komitmen perbaikan komunikasi medis dapat segera direalisasikan demi pelayanan kesehatan di Dobo yang lebih humanis.

