Site icon BeritaJar

Hari Keempat Operasi SAR, Nelayan Saparua Belum Ditemukan

Ambon, Beritajar.com: Pencarian terhadap Roy Souhoka (41), nelayan asal Desa Haria, Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah yang terjatuh dari longboat, memasuki hari keempat pada Minggu (12/4/2026).

Hingga sore hari, Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Kepala Kantor SAR Ambon, Muhammad Arafah menyatakan, sejak pukul 07.00 WIT Tim SAR Gabungan kembali dikerahkan menyisir Perairan Pulau Saparua hingga Perairan Pulau Haruku sesuai SAR MAPS.

“Upaya pencarian korban atas nama Roy Souhoka terus dilakukan. Namun hingga menjelang sore hari pencarian sejauh 27 nautical mile masih belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” jelasnya.

Operasi SAR akan dilanjutkan pada hari kelima, Senin (13/4/2026).

Diketahui, korban pertama kali dilaporkan hilang pada Kamis (9/4/2026) setelah terjatuh dari longboat di Perairan Desa Haria.

Kejadian itu sempat disaksikan nelayan setempat yang langsung berupaya melakukan pencarian awal, namun tidak membuahkan hasil. Informasi kemudian diteruskan Camat Saparua ke Comm Centre Basarnas Ambon untuk permintaan bantuan SAR.

Operasi SAR melibatkan unsur Basarnas, Camat Saparua, Polsek Saparua, dan masyarakat setempat. Alat utama yang digunakan yakni Rigid Bouyancy Boat (RBB) milik Kantor SAR Ambon dan longboat milik warga.

Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan hujan ringan. Angin bertiup dari barat daya hingga barat dengan kecepatan 20 knot, sedangkan tinggi gelombang 0,5 meter.

Tim SAR Gabungan mengimbau nelayan dan kapal yang melintas di Perairan Saparua–Haruku untuk segera melaporkan ke Basarnas atau aparat terdekat apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Exit mobile version