Dobo, Beritajar.com: Ribuan masyarakat Kota Dobo memadati ruas-ruas jalan utama untuk menyaksikan prosesi visualisasi Jalan Salib yang diselenggarakan oleh Jemaat GPM Dobo, Klasis Pulau-Pulau Aru, Jumat (3/4/2026) siang.
Kegiatan religi yang penuh khidmat ini merupakan hasil kolaborasi antara Sektor Efata, Sektor Pniel, dan AMGPM Ranting Zebaoth.
Ketua Panitia, Jefri Uniwaly, menyampaikan bahwa prosesi ini dimulai tepat pukul 14.00 WIT dan berakhir pada pukul 15.40 WIT.
Menurutnya, visualisasi ini bertujuan untuk menghayati kembali makna pengorbanan Kristus menjelang perayaan Paskah.
“Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor dan pemuda sebagai bentuk refleksi iman jemaat,” ujar Uniwaly di sela-sela kegiatan.
Dijelaskan, perjalanan dimulai dari Taman Getsemani (Simpang Tiga Telkom) yang menggambarkan momen saat Yesus berdoa dan ditangkap. Drama kolosal ini kemudian berlanjut dengan penggiringan Yesus ke hadapan Imam-imam Besar yang berlokasi di area belakang Polsek.
“Drama mencapai puncaknya saat Yesus dibawa ke hadapan Pilatus di Gereja Betel, lalu diteruskan ke hadapan Herodes di pertigaan SD 1 dan 2,” papar Ketua Panitia.
Setelah kembali ke hadapan Pilatus untuk menerima vonis penyaliban, lanjut Uniwaly, Yesus digiring sambil disiksa di sepanjang jalan dari Gereja Betel menuju Gereja Eden, tempat prosesi penyaliban hingga penguburan dilakukan.
Ketua Panitia berharap melalui visualisasi ini, umat Kristiani di Dobo dapat lebih mendalami makna pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, baik pemeran, sektor terkait, maupun pihak kepolisian yang telah menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Guna memastikan kelancaran acara, personel dari Polres Kepulauan Aru melalui Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) diterjunkan langsung untuk mengamankan jalur dan mengatur arus kendaraan yang sempat padat oleh kerumunan warga.
Sementara itu, terpantau, sepanjang rute yang dilalui, arus lalu lintas sempat melambat karena besarnya antusiasme warga yang ingin melihat langsung setiap adegan.
Penonton tidak hanya datang dari kalangan jemaat setempat, tetapi juga masyarakat umum yang memadati trotoar di sepanjang jalur prosesi.
Kegiatan ini berjalan dengan aman dan tertib hingga selesai, menjadi momen perenungan spiritual yang mendalam bagi seluruh warga Jemaat GPM Dobo di tengah masa perayaan gerejawi.

