Dobo, Beritajar.com: Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru bersama Polres Kepulauan Aru menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral di Aula Ursia Urlima, Kamis (05/03/2026).
Pertemuan strategis ini bertujuan memastikan kesiapan pelayanan dan pengamanan di wilayah berjuluk Bumi Jargaria tersebut.
Rapat yang dimulai pukul 10.30 WIT ini dihadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, Ketua DPRD, Fenny Silvana Loy, Waka Polres Kompol Djesy Batara, S.Sos, serta unsur pimpinan TNI, Kejaksaan, hingga perwakilan instansi penyedia layanan publik seperti PLN dan Pertamina.
Dalam sambutannya, Bupati Timotius Kaidel menegaskan bahwa koordinasi ini adalah langkah krusial untuk mengantisipasi dinamika menjelang lebaran.
Mengingat kondisi geografis Aru yang merupakan wilayah kepulauan, Bupati menyoroti pentingnya kesiagaan layanan kesehatan dan kebencanaan.
“Saya berharap seluruh jajaran memastikan masyarakat mendapatkan rasa aman. Dinas Kesehatan dan BPBD harus siaga penuh, terutama mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih bertahan hingga pekan kedua Maret,” tegas Bupati Kaidel.
Ia juga meminta Pertamina, PLN, dan Telkom menjamin ketersediaan BBM, listrik, dan jaringan komunikasi agar tidak ada kendala selama masa perayaan.
Di sisi pengamanan, Polri akan menggelar Operasi Ketupat Salawaku 2026. Waka Polres Kepulauan Aru, Kompol Djesy Batara, menjelaskan bahwa fokus utama tahun ini adalah memberikan kenyamanan bagi warga yang melakukan perjalanan antar-pulau.
“Karakteristik Aru sangat unik. Mudik di sini didominasi pergerakan dari desa ke kota menggunakan transportasi laut seperti speedboat dan kapal rakyat. Faktor cuaca dan keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama kami,” ujar Waka Polres.
Sementara itu, dalam sesi pemaparan materi, berbagai instansi teknis turut menjamin kesiapan mereka:
Seperti Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Dobo dan Dinas Perhubungan (Dishub) Aru memastikan kelayakan sarana transportasi laut dan jadwal pelayaran.
Sementara Pertamina dan PLN, mereka menjamin stok energi aman selama hari raya, dan Dinas Ketahanan Pangan memantau stabilitas harga dan stok bahan pokok di pasar.
Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang tajam guna menutup celah kekurangan dalam pelayanan publik.
Kegiatan berakhir pada pukul 13.00 WIT dalam situasi yang kondusif, menandai dimulainya kesiapan penuh seluruh elemen daerah dalam menyambut hari kemenangan.

