Site icon BeritaJar

Bupati Kaidel : RSK Terapung Nusa Waluya II Jadi Catatan Penting bagi Evaluasi Pelayanan Kesehatan di Aru

Dobo, Beritajar.com: Suasana haru menyelimuti pelabuhan Desa Benjina, Kecamatan Aru Tengah, saat RSK Terapung Nusa Waluya II resmi menutup layanan medis gratisnya setelah dua bulan beroperasi.

Kehadiran “Rumah Sakit Berjalan” milik Yayasan DokterShare ini tidak hanya meninggalkan jejak kesembuhan bagi ribuan warga, tetapi juga menjadi catatan penting bagi evaluasi pelayanan kesehatan di Kabupaten Kepulauan Aru.

Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus keprihatinan yang mendalam. Data menunjukkan bahwa selama 8 minggu, sebanyak 5.445 pasien telah terlayani. Angka ini mencakup sekitar 5% dari total populasi penduduk Aru yang berjumlah 100.000 jiwa.

“Ini angka yang sangat besar untuk satu titik pelayanan dalam dua bulan. Artinya, pemerintah daerah harus mengevaluasi total pelayanan kesehatan dasar kita. Antusiasme warga berobat ke sini adalah tanda bahwa pelayanan kesehatan kita selama ini masih gagal menyentuh masyarakat bawah,” tegas Bupati Kaidel di hadapan pendiri doctorSHARE, dr. Lie Agustinus Darmawan saat menutup pelayanan RSK Terapung Nusa Waluya II di Benjina, Senin (2/3/2026).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kaidel tidak menahan diri untuk memberikan teguran keras kepada para tenaga kesehatan (nakes) dan guru ASN di wilayahnya. Ia membandingkan dedikasi para dokter spesialis relawan yang datang jauh-jauh dengan biaya sendiri, dengan oknum nakes lokal yang kerap meninggalkan tempat tugas.

“Para dokter spesialis ini meninggalkan praktik mereka yang bernilai puluhan juta demi melayani warga kita tanpa dibayar. Sementara kita, yang digaji negara, difasilitasi negara, justru sering dikeluhkan masyarakat karena tidak berada di tempat tugas. Mulai tahun ini, disiplin adalah harga mati. Tim sudah dibentuk, yang dua tahun tidak bertugas akan kita pecat tidak hormat!” seru Bupati dengan nada bicara yang tegas.

Laporan Medis yang Fantastis

Direktur RSK Nusa Waluya II, dr. Rosa dalam laporan penutupnya memaparkan pencapaian yang luar biasa selama operasi medis di Aru Tengah. Dari total 5.445 kunjungan, tim medis berhasil melakukan 233 tindakan operasi, yang terdiri dari 175 operasi mayor dan 58 operasi minor.

Tak hanya itu, kapal medis ini juga menjadi saksi lahirnya tiga nyawa baru melalui persalinan di atas kapal (satu melalui operasi sesar dan dua persalinan normal). Program ini juga diperkuat oleh 20 relawan spesialis, mulai dari dokter anak, penyakit dalam, hingga bedah.

“Kami juga melakukan edukasi bagi 165 dokter kecil dan memberikan pelatihan USG serta penanganan darurat (PONEK) bagi para bidan di Aru. Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari Pemda, Camat, hingga Polsek Benjina yang membantu ketersediaan air bersih dan pengamanan,” ujar dr. Rosa.

Acara ditutup dengan harapan besar agar kolaborasi ini tidak berhenti tahun ini saja. Menanggapi pantun perpisahan dari tim dokter, Bupati Kaidel berharap “janji” untuk bertemu tahun depan benar-benar terwujud mengingat tantangan geografis Aru yang sangat ekstrem bagi warga di pelosok selatan untuk menjangkau fasilitas medis di Dobo.

“Masyarakat Aru mungkin tidak bisa membalas kebaikan para relawan dan ABK, tapi doa dari setiap orang yang kalian sembuhkan akan terus menyertai langkah kemanusiaan ini,” pungkas Bupati.

Exit mobile version