Dobo, Beritajar.com: Semangat gotong royong terus membara di bumi Jargaria. Pelaksanaan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di wilayah Kepulauan Aru menuai pujian luar biasa dari masyarakat setempat.
Kerja keras personel TNI yang tak mengenal lelah dalam menghadirkan infrastruktur layak dinilai sebagai bukti nyata kehadiran negara di wilayah terluar Indonesia.
Keberhasilan TMMD kali ini tidak lepas dari kolaborasi solid “Kemanunggalan TNI-Rakyat”. Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke-127 tidak bekerja sendiri; mereka merupakan gabungan personel dari jajaran Kodim 1503/Tual, Brimob, Polres Kepulauan Aru, hingga Lanal Aru.
Sinergi lintas satuan ini menyatu dengan peluh keringat warga masyarakat yang bahu-membahu menuntaskan setiap target pembangunan.
Apresiasi tinggi mengalir deras kepada Komandan Kodim (Dandim) 1503/Tual selaku Dansatgas TMMD, beserta seluruh jajaran yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga untuk pembangunan di Kepulauan Aru menjadi lebih baik.
Johanis Garpenassy, salah satu warga Aru mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas perubahan signifikan yang dibawa oleh program ini. Menurutnya, dampak TMMD jauh melampaui sekadar pembangunan fisik.
“Program ini sangat berdampak terhadap kondisi sosial dan ekonomi warga kami. Kehadiran Bapak-bapak TNI di sini bukan hanya membangun rumah atau sumur bor, tapi membangun harapan. Kami merasa benar-benar menjadi bagian integral dari negara tercinta melalui kehadiran TNI di tengah-tengah kami,” tegas Johanis dengan nada penuh haru, Sabtu (21/2/2026).
Ia menambahkan bahwa interaksi harian antara personel Satgas dan warga telah menciptakan ikatan emosional yang kuat, menghapus sekat antara aparat dan rakyat kecil.
Melihat besarnya manfaat yang dirasakan, Johanis menitipkan pesan mendalam kepada pemerintah pusat maupun daerah. Ia berharap program yang menyentuh akar rumput seperti TMMD tidak dikurangi, melainkan justru diperluas jangkauannya.
“Kami memahami adanya kebijakan efisiensi anggaran, namun kami memohon dengan sangat agar aktivitas seperti ini jangan sampai dihilangkan. Paling tidak ditambah jumlahnya, karena manfaatnya sangat terasa langsung oleh rakyat kecil di pelosok,” harapnya.
Selain itu, menurutnya, TMMD ke-127 di Kepulauan Aru bukan sekadar proyek fisik, melainkan manifestasi dari kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Di bawah terik matahari dan tantangan geografis Kepulauan Aru yang menantang, para prajurit membuktikan bahwa pengabdian mereka tidak terbatas pada pertahanan keamanan saja, tetapi juga menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat.

