Dobo, Beritajar.com: Kepala Dinas Pertanian Kepulauan Aru, Maxi Th. Mussa mengakui bahwa hasil panen kelompok tani di Aru belum mampu menjawab kebutuhan pangan masyarakat, terutama di kota Dobo dan sekitarnya.
Hal ini diungkapkannya kepada Wartawan diruang kerjanya, Rabu (28/1/2026).
Menurut Mussa, hasil panen kelompok tani yang ada di pulau Wamar ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
“Sebelum adanya program makan bergizi gratis (MBG) saja belum bisa jawab kebutuhan itu, apa lagi saat ini sudah ada beberapa dapur MBG yang beroperasi, sudah pasti hasil itu tidak mampu jawab kebutuhan pangan masyarakat secara umum,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Mussa mengusulkan untuk menambah bibit cabe dan lainnya untuk meningkatkan produksi pangan. Ia juga berharap pemerintah daerah dapat mendukung program ini.
“Kita sudah sampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan DPRD Aru untuk setiap desa, diusahakan mampu menjawab kebutuhan tersebut dengan cara menyiapkan sayur dan buah yang mereka tanam sendiri,” jelasnya.
Dirinya juga menekankan pentingnya jaringan listrik di setiap desa untuk mendukung program ini. “Hal ini sangat berkaitan dengan tersedianya jaringan listrik di setiap desa itu, belum semuanya ada, kalau pun ada itu pun belum 100 persen nyala 24 jam,” katanya.
Untuk mencegah kerusakan bahan makanan, Kadistan Aru menyarankan agar pemerintah desa dapat memberikan subsidi untuk program MBG.
“Alangkah baiknya, Pemerintah desa melalui Alokasi Dana Desa (ADD) kan ada subsidi untuk program MBG, maka digunakan anggaran itu untuk warga berkebun sehingga bisa jawab kebutuhan sayur dan buah tersebut,” harapnya.
Dengan demikian, Mussa berharap kebutuhan pangan masyarakat Aru dapat terjawab dengan baik dan hasilnya pun mendapatkan sayur dan buah yang segar yang dikonsumsi oleh anak-anak mereka sendiri.
“Ini yang kita harapkan, sehingga kebutuhan itu terjawab dengan baik dan hasilnya pun mendapatkan sayur dan buah yang segar yang dikonsumsi oleh anak-anak kita sendiri,” tutup Kadistan Aru.

