Dobo, Beritjar.com: Dugaan puluhan tenaga kesehatan (Nakes) di Kepulauan Aru, memilih untuk pindah tugas ke kota Dobo, ibukota kabupaten Kepulauan Aru, meninggalkan masyarakat pesisir yang sangat membutuhkan pelayanan kesehatan. Apa yang menjadi alasan di balik keputusan ini?.
Menurut informasi yang dihimpun media ini, Jumat (23/1/2026), dugaan para Nakes ini memilih pindah ke kota karena merasa tidak nyaman dengan kondisi di kampung, seperti kurangnya penerangan dan jaringan internet yang buruk.
Salah satu warga Dobo, Alex Dumgair, bahkan menyebut bahwa kapasitas tampung SDM kesehatan di Puskesmas rawat inap dan rawat jalan di kota Dobo sudah over kapasitas.
“Kalau semua nakes berambisi masuk kota, lalu bagaimana dengan nasib masyarakat pesisir?,” tulis Alex di media sosialnya.
Selain itu, masyarakat setempat berharap pemerintah daerah dapat melihat hal ini dan mengambil tindakan untuk mencegah krisis tenaga kesehatan di kampung.
“Kami berharap bapak Bupati Kepulauan Aru dan wakil Bupati dapat melihat hal ini, kalau semua nakes memilih tugas di kota, lalu bagaimana dengan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di kampung-kampung?,” ujar sumber.
Sementara itu, beberapa sumber dilingkungan Dinkes Kepulauan Aru juga mengakui bahwa ada puluhan Nakes yang mengajukan usul untuk pindah tugas ke kota Dobo.
“Informasi terkait ada ASN Nakes yang usul masuk bertugas di kota Dobo memang katanya ada. Tapi lebih jelas nanti dicek di pa kadis biar jelas,” katanya.
“Tapi yang Katong dengar sih mereka bahkan bukan satu dua orang tapi puluhan, hal ini sangat disayangkan,” sambung sumber lagi.
Olehnya, terhadap hal ini ,pemerintah daerah diharapkan dapat segera mengambil tindakan untuk mencegah krisis tenaga kesehatan di kampung dan memastikan bahwa masyarakat pesisir tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.

